SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat bahwa hingga pukul 21.00 WIB, Minggu (1/10/2023), terdapat tiga unit rumah yang mengalami kerusakan akibat dampak dari gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,4.
Daeng Sutisna, Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, mengungkapkan bahwa ketiga rumah yang terpengaruh oleh gempa tersebut terletak di tiga kecamatan berbeda.
“Tiga unit rumah yang terdampak gempa tersebut tersebar di tiga kecamatan,” kata Daeng Sutisna di Sukabumi, Minggu (1/10/2023).
Rumah pertama yang mengalami kerusakan ringan terletak di Kampung Cieurih, RT 05/02, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten. Rumah kedua berada di Kampung Puncakgombong, RT 06/02, Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud.
“Sedangkan, rumah ketiga yang terdampak gempa terletak di Kampung Tarentong, RT 01/03, Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak,” ujarnya, seperti diberitakan Antara.
Daeng menjelaskan, kerusakan yang terjadi pada seluruh rumah tersebut terutama terkonsentrasi pada bagian dinding, yang mengalami retakan. Untuk kebahagiaan, dalam insiden ini tidak ada laporan tentang korban terluka atau meninggal dunia.
Saat ini, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) BPBD Kabupaten Sukabumi masih melakukan pendataan lebih lanjut.
Mereka juga memberikan imbauan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa agar segera melaporkannya kepada aparat pemerintahan setempat atau RT/RW agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis informasi mengenai pusat gempa bumi berkekuatan M-5,4, yang terjadi pada koordinat 7.26 LS-106,60 BT dengan kedalaman 88 km. Gempa ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB pada hari Minggu (1/10/2023).





