JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Pantai Utara Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Rabu (17/7/2024) pagi, disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan dangkal yang menekan ke atas pada lempeng di Laut Maluku.
“Berjenis gempa bumi dangkal dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan di Jakarta.
Namun, ia memastikan bahwa gempa dengan magnitudo 5,4 tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Sebelumnya, Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG melaporkan gempa dengan magnitudo 5,6 mengguncang sejumlah wilayah Maluku Utara-Sulawesi Utara pada Rabu pagi pukul 06.39 WIB.
Gempa tersebut berpusat di laut dengan koordinat 1,30° LU; 126,11° BT, berjarak 110 kilometer arah Tenggara Kabupaten Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 12 kilometer.
Selain Ternate, gempa juga dirasakan di daerah Manado, Minahasa, Minahasa Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bitung, Tomohon, Sitaro, dan Bolaang Mongondow Timur, dengan skala intensitas III MMI.
Hingga Rabu pagi ini, tidak ada laporan tentang kerusakan akibat gempa bumi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sampai hasil analisa lengkap dari BMKG tersedia.
Masyarakat dapat memperoleh hasil analisa tersebut melalui aplikasi daring infoBMKG, media sosial infoBMKG, atau dengan menghubungi kantor BMKG terdekat.





