GERHANA matahari total, fenomena alam saat bulan melintasi matahari dan bulan yang terjadi, Senin (8/4) hanya dapat disaksikan di rute yang dilaluinya oleh penduduk di beberapa negara bagian Amerika Serikat, Kanada da Meksiko.
Menurut Badan Peneerbangan dan Antariksa AS NASA, penduduk di sepanjang garis tengah jalur gerhana total dapat melihat gerhana dalam durasi antara 3,5 dan empat menit, sementara, orang-orang yang berada di luarnya hanya bisa melihat gerhana sebagian saat bulan terhalang  matahari.
Gerhana matahari total terjadi ketika bulan melintas di antara bumi dan matahari, menutupi seluruh wajah matahari. Selama gerhana matahari total, langit akan gelap seperti saat fajar atau senja.
Menurut CNN, peristiwa gerhana total akan dimulai dengan gerhana parsial di mana bulan terlihat seperti “menggigit” matahari, menyebabkan matahari menyerupai bulan sabit.
Saat bulan melanjutkan orbitnya melintasi matahari, cincin berlian dan manik-manik Baily serta gerhana matahari sebagian akan muncul di sisi berlawanan dari bulan sampai matahari muncul kembali sepenuhnya.
Gerhana matahari total akan terlihat di beberapa bagian Meksiko, Kanada, dan lebih dari 10 negara bagian AS, sementara gerhana matahari sebagian berbentuk sabit diperkirakan akan muncul di 49 negara bagian AS jika cuaca memungkinkan.
Gerhana ini pertama kali akan muncul di atas Samudra Pasifik Selatan dan memulai perjalanannya melintasi Amerika Utara. Pantai Pasifik Meksiko adalah titik pertama totalitas di jalur tersebut, yang diperkirakan terjadi pada Senin pukul 11.07 Pacific Time (PT) atau  Selasa (9/4/2023) pukul 01.07 WIB.
Jalur tersebut akan berlanjut melintasi Texas, Oklahoma, Arkansas, Missouri, Illinois, Kentucky, Indiana, Ohio, Ohio, Pennsylvania, New York, Vermont, New Hampshire, dan Maine.
Kemudian, gerhana akan melintasi Kanada di Ontario bagian selatan, Quebec, New Brunswick, Prince Edward Island dan Nova Scotia, berakhir di pantai Atlantik Newfoundland pada Senin pukul 17.16 PT atau Selasa pukul 02.46 WIB.
Waktu Aman
NASA mengungkap, satu-satunya waktu yang aman untuk melihat matahari tanpa pelindung mata adalah selama “totalitas” gerhana atau saat-saat singkat ketika bulan menghalangi sepenunya cahaya matahari dan tidak ada cahaya matahari yang terlihat.
Jika tidak, kenakan kacamata gerhana sesuai dengan ISO 12312-2 yang bersertifikat atau gunakan penampil matahari genggam sebelum dan sesudah gerhana totalitas dan saat gerhana parsial.
Orang juga dapat mengamati matahari dengan teleskop, teropong, atau kamera yang memiliki filter matahari khusus di bagian depan, yang berfungsi seperti kacamata gerhana.
Menatap matahari secara langsung dapat menyebabkan kebutaan atau gangguan penglihatan seperti dialami pada gerhana matahari total pada 2017 di mana seorang perempuan muda didiagnosis menderita retinopati matahari.
Dilaporkan terjadi kerusakan retina akibat paparan radiasi matahari pada kedua matanya setelah menatap langsung gerhana karena yang menurut dokter, mengenakan kacamata gerhana tidak memenuhi  standar keamanan.
Ejauh ini belum ada pengobatan untuk retinopati matahari. Kondisi  dapat membaik, memburuk atau permanen, sedangkan kacamata hitam tidak  berfungsi sebagai pengganti kacamata gerhana atau penampil matahari yang 100.000 kali lebih gelap dan memiliki standar keamanan internasional. (Kompas/ns)





