LAMPUNG – Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung kembali mengeluarkan sinar api, lontaran pijar ke segala arah serta aliran lava pijar ke selatan.
Sesuai pengamatan pada Senin (1/10/2018) hingga Selasa (2/10/2018) dini hari, staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungi Anak Krakatau Jumono mengatakan dalam surat pernyataan jika periode pengamatan 1 Oktober 2018 pukul 00:00 WIB, secara visual kondisi gunung berkabut 0-III, sedangkan asap kawah tidak teramati dan ombak laut tenang.
Suara dentuman terdengar dan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat yang dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.
Laporan yang dikutip Antara menambahkan jika terjadi kegempaan tremor menerus, dengan amplitudo 5-50 mm dan dominan 45 mm. Sementara cuaca di gunung api yang berdiri di dalam laut dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut (mdpl) ini teramati cerah dan berawan.
Hingga kini status Gunung Anak Krakatau masih mencapai Level II (Waspada), masyarakat maupun wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawasan dalam radius 2 km dari kawah.





