Gunung Gukono Masih Semburkan Abu Vulkanik

Ilustrasi Erupsi gunung Dukono/ beritamalukuonline

MALUKU – Hingga Jumat (12/8/2016), Gunung Dukono di Kecamatan Galela Halmahera Utara (Halut) Provinsi Maluku Utara masih menunjukkan aktifitas vulkanisnya.

Sejak letusan yang terjadi Minggu (7/8) pekan lalu, Gunung Dukono belum menunjukan tanda-tanda berhenti dan masih menyemburkan debu vulkanik.

Akibat letusannya, 14 desa di Kecamatan Tobelo Utara dan Galela, diselimuti debu. Desa-desa tersebut adalah Desa Gorua Selatan, Gorua, Desa Popilo, Popilo Utara, Kota Jaya, Ruko dan Luari di Kecamatan Tobelo Utara, serta Desa Mamuya, Pune, Soasio, Tuara, Barataku, Toweka dan Simau di Kecamatan Galela.

Sementara itu Kepala Pos Pemantau Gunung Dukono Iwan Amat, menjelaskan, sesuai pengamatan mereka sejak pagi hingga Jumat (12/8) sore kemarin, Dukuno masih mengeluarkan abu vulkanik setinggi 900 meter.

Dampak abu vulkanik mengarah ke Utara. “Status Dukono masih Waspada level II. Belum ada tanda-tanda aktivitas gunung ini akan menurun,” kata Iwan, dikutip dari Maluku Post.

Untuk itu warga diimabu tidak mendekati Dukono dalam radius 3 kilometer, sebab kawasan itu masuk daerah berbahaya.

Abu vulkanik yang masih menutupi awan membuat Bandara Gamarmalamo Galela masih ditutup. Penutupan bandara yang masuk dalam kategori perintis ini diperpanjang.

“Kita belum buka operasional bandara,” aku Kepala Bandara Gamarmalamo, Anang. Penerbangan ke bandara ini untuk sementara dialihkan ke Bandara Babullah Ternate.

Advertisement