
MANADO – Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Yudia P Tatipang, melaporkan telah terjadi dua kali awan panas guguran yang mengarah ke Kali Kahetang.
Menurut Yudia, awan panas guguran tersebut meluncur sekitar dua kilometer dari sumbernya. Hal ini diungkapkannya di Manado, Senin (20/7/2023).
Yudia menjelaskan bahwa selama periode pengamatan dari pukul 06.00 hingga 12.00 WITA, terjadi dua kejadian awan panas guguran. Yang pertama terjadi pada pukul 07.58 WITA, dan yang kedua hampir satu jam kemudian, pada pukul 08.50 WITA.
Yudia mengimbau warga untuk waspada terhadap ancaman awan panas guguran akibat tumpukan material vulkanik.
Dia juga mencatat bahwa selama periode tersebut, terdapat dua kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo antara 20-30 milimeter dan durasi 205-220 detik.
Selain itu, tercatat 55 kali gempa guguran dengan amplitudo antara tiga hingga 25 milimeter dan durasi 29-270 detik. Terjadi juga tremor menerus (microtremor) dengan amplitudo antara 0,5 hingga lima milimeter, dominan dua milimeter.
“Status Gunung Karangetang saat ini masih berada pada level III Siaga,” tuturnya, seperti diberitakan Antara.
Akibat awan panas guguran Gunung Karangetang yang terjadi pada pukul 07.58 WITA, sebanyak 17 warga atau sembilan Kepala Keluarga (KK) dari Dusun Bolo, Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, dievakuasi.
Saat ini, sembilan kepala keluarga tersebut sementara tinggal di Gereja Bukit Zaitun Tampuna di Kelurahan Tarorane.




