Gunung Lokon Alami Gempa Ratusan Kali, Radius Bahaya Dinaikkan jadi Tiga Kilometer

Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. (Foto: ANTARA/ (Karel A Polakitan)

MANADO – Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 314 kejadian gempa dangkal Gunung Lokon, di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, periode tanggal 1-9 November 2024.

“Pada periode tersebut terekam juga empat kali gempa embusan, tujuh kali gempa vulkanik dalam, dan 23 kali gempa tektonik jauh,” kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid AN dalam laporan peningkatan aktivitas Gunung Lokon.

Sementara potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon untuk saat ini adalah terjadinya erupsi. Letusan dapat disertai dengan lontaran material pijar berukuran lapili sampai bongkah dan hujan abu tebal dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas letusan secara tiba tiba.

“Masyarakat yang berada di sekitar alur Sungai Pasahapen agar mewaspadai terjadinya awan panas,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi aktivitas vulkanik secara visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik, Badan Geologi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Lokon dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tanggal 10 November 2024 pukul 22:00 WITA.

Peningkatan aktivitas tersebut juga membuat Badan Geologi, meningkatkan radius bahaya Gunung Lokon, di Kota Tomohon, Sulawesi Utara menjadi tiga kilometer.

“Kami sudah sampaikan ke publik bahwa penambahan radius sudah menjadi tiga kilometer,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hadi Wijaya, dilansir Antara.

Hadi berharap, area tiga kilometer dari kawah Tompaluan-Gunung Lokon tidak ada aktivitas untuk meminimalisasi dampak erupsi.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here