Gunung Marapi Siaga, Warga Diimbau Jauhi Radius 4,5 Kilometer

Penampakan lontaran batu api dari hasil dokumentasi relawan Siaga Marapi Sumatra Barat, Sabtu (13/1/2024). (Foto: BPBD Agam)

AGAM – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status aktivitas Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 6 November 2024, pukul 15.00 WIB.

“Status aktivitas Gunung Marapi, Sumatera Barat, dinaikkan dari Level II menjadi Level III,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, melalui keterangan tertulis.

Wafid menjelaskan bahwa letusan atau erupsi yang tidak berkelanjutan masih terjadi akibat perubahan dinamika pasokan fluida dari dalam tubuh gunung, terlihat dari tinggi kolom abu erupsi dan aktivitas kegempaan yang fluktuatif.

Secara visual, aktivitas Gunung Marapi belakangan ini menunjukkan peningkatan. Intensitas letusan dan hembusan makin sering terjadi, dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak pada 27 Oktober 2024, dan 1.500 meter pada 6 November 2024 pukul 05.44 WIB.

Secara kegempaan, sejak 7 Oktober 2024, terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) yang menunjukkan adanya peningkatan pasokan fluida dari kedalaman. Aktivitas kegempaan ini juga didukung oleh adanya deformasi atau inflasi di puncak gunung.

Berdasarkan data variasi kecepatan seismik dan koherensi, terdeteksi adanya gangguan pada medium bawah permukaan tubuh Gunung Marapi yang disebabkan oleh peningkatan tekanan. Dari pemantauan ini, diketahui bahwa aktivitas gunung secara umum mengalami kenaikan.

“Dengan demikian, aktivitas erupsi atau letusan dapat terjadi sewaktu-waktu sebagai bentuk pelepasan akumulasi energi,” ujarnya, dilansir dari Antara.

Bahkan, kondisi ini bisa semakin intensif dengan kemungkinan material letusan terlontar lebih jauh jika pasokan fluida (magma dan gas) dari kedalaman terus meningkat.

Menanggapi peningkatan status ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi, termasuk imbauan kepada masyarakat, pendaki, dan pengunjung untuk tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here