Gunung Semeru 3 Kali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 800 Meter

Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/2/2024). (Foto: ANTARA/Irfan Sumanjaya)

LUMAJANG – Gunung Semeru, yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), mencatat tiga kali erupsi pada Kamis (9/5/2024), yaitu pada pukul 00.18 WIB, 04.34 WIB, dan 07.04 WIB.

Letusan pada pukul 00.18 WIB dan 04.34 WIB tidak terlihat secara visual. Saat petugas membuat laporan, erupsi masih berlangsung.

“Untuk erupsi Gunung Semeru pada pukul 07:04 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Ghufron Alwi dalam keterangan tertulis, Kamis (9/5/2024).

Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan kepadatan tebal ke arah selatan. Erupsi tersebut tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 106 detik.

Pada rentang waktu pengamatan kegempaan Kamis pukul 06.00-12.00 WIB, tercatat tujuh kali gempa letusan dengan amplitudo 20-22 mm dan durasi 73-120 detik, serta dua kali gempa harmonik dengan amplitudo 8-10 mm dan durasi 82-116 detik.

Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III, oleh karena itu PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang bermuara di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here