Gunung Semeru Erupsi Sabtu Pagi, Kolom Abu Capai 700 Meter

Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/2/2024). (Foto: ANTARA/Irfan Sumanjaya)

LUMAJANG – Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi, Sabtu (19/10/2024), pukul 06.45 WIB.

Menurut Mukdas Sofian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, kolom abu dari letusan tersebut terpantau setinggi 700 meter atau 4.376 meter di atas permukaan laut.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 123 detik,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/10/2024).

Sejak awal tahun hingga 19 Oktober 2024, tercatat 1.519 letusan Gunung Semeru, dengan ketinggian letusan bervariasi antara 300 hingga 1.000 meter.

Gunung Semeru saat ini masih berstatus waspada, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi, termasuk larangan beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terkena awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Masyarakat juga harus waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here