TEPI BARAT – Kelompok Palestina HamasĀ menyerukan ‘hari kemarahan’ sebagai tanggapan atas keputusan-keputusan oleh AS sehubungan dengan kota yang diperebutkan di Yerusalem.
Hamas mengeluarkan sebuah pesan, mengatakan, “Kami menyerukan kepada rakyat Palestina untuk mengumumkan ‘kemarahan’ pada hari Jumat melawan Israel, dengan mengingkari rencana AS untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem dan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.”
Pesan tersebut menekankan bahwa Yerusalem adalah ‘garis merah’ bagi rakyat Palestina dan “perlawanan tidak akan membiarkan penodaan apapun terhadapnya”.
Presiden Donald Trump secara resmi akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memulai persiapan untuk memindahkan kedutaan AS ke kota tersebut, tiga pejabat senior administrasi telah mengkonfirmasinya pada Selasa malam.
Keputusan tersebut akan menempatkan AS dimusuhi negara-negara lain di dunia, dimana telah membalikkan dekade kebijakan Amerika dan mencegah upaya untuk melanjutkan perundingan damai yang telah berlangsung lama antara Israel dan Palestina.
Yerusalem tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina yang abadi karena orang-orang Palestina menginginkan Yerusalem Timur yang diduduki Israel sebagai ibu kota negara masa depan.





