Hanan, Tunanetra Pertama Daftar ke UIN Bandung

Penyandang disabilitas tunanetra Abdul Hanan (19) mengikuti tes Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung/Foto PR

BANDUNG- Penyandang disabilitas tunanetra Abdul Hanan (19) mengikuti tes Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui jalur Ujian Mandiri (UM) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (13/07).

Laki-laki yang tinggal di Asrama SLBN A Citeureup Kota Cimahi ini mengaku bahwa keputusannya mengikuti PMB-UM UIN Bandung ini bukan hanya semata obsesinya ingin menjadi pendakwah, tapi lebih kepada kecintaannya terhadap ilmu.

“Menuntut ilmu wajib bagi siapa pun. Termasuk tunanetra seperti saya. Karena bagi saya kuliah dan menuntut ilmu itu bagai perjalanan dari kegelapan menuju terang benderang,” tutur pria kelahiran Kampung Pasir Ranggas Desa Mekarwangi Kecamatan Rangkaplancar Kabupaten Pangandaran seperti dikutip PR Online,Kamis (14/7).

Dengan tekad yang dimilikinya, ia meminta bantuan temannya yang bernama Shofuro Fathimatu (18) untuk menjadi reader agar ia dapat mengisi soal-soal tes, karena panitia tidak memberikan soal dan peraturan khusus bagi penyandang disabilitas tunanetra.

Meski mendapat kesulitan dalam dalam mejawab pertanyaan yang bergambar dan diperintahkan jawaban untuk ditulis, Hanan optimis ia akan lulus dan diterima di UIN Bandung.

Tes Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur Ujian Mandiri (UM) Universitas Islam Negeri Sunana Gunung Djati Bandung diikuti oleh 7.686 peserta.

Terkait penyandang disabilitas tunanetra, Eri kordinator penerimaan mahasiswa baru mengatakan bahwa baru tahun ini, ada tunanetra yang daftar ke UIN Bandung, jadi tidak sempat menyediakan reader dan soal khusus untuk mereka.

 

 

Advertisement