PALU – Gempa yang mengguncang Palu, Sulawesi tengah September lalu telah menghancurkan Masjid di Pondok Tahfiz Quran As Syakuur, yang berada di Jl. Lagarutu II, Palu, Sulawesi Tengah.
Masjid tersebut berdiri sejak 2012, dan juga merupakan pesantren yang menampung 50 calon, selain digunakan untuk beribadah muslim di sekitarnya.
Warga pun kini beramai-ramai membangun sebuah masjid darurat dari kayu, dengan hanya berukuran 4×5 meter. Sampai hampir setahun bencana Palu, warga sekitar Pondok Tahfiz As Syakuur masih merindukan hadirnya sebuah masjid permanen yang seperti dulu mereka pergunakan.
“Dulu masjid As Syakuur sering digunakan ibadah oleh santri, juga dengan masyarakat sekitar. Bahkan ketika roboh, masyarakat juga ikut bantu mendirikan kembali masjid sementara. Lantaran juga mereka gunakan untuk shalat lima waktu,” terang Abdillah Yakub, selaku pengampu yayasan.
Dalam masjid berukuran minimalis tersebut, masyarakat sekitar memanfaatkannya untuk beribadah rutin.
Santri yang terbiasa mencurahkan waktunya di masjid juga terpaksa menghafal Al-Quran di bawah kamar-kamar darurat yang lumayan hangat ketika siang datang. Tidak dimungkiri, kebutuhan akan rumah ibadah di Pondok Tahfiz As Syakuur begitu Nampak terlihat.
Beruntung, Dompet Dhuafa bersama V1mast dan Énau akan membangun kembali Masjid As Syakuur dengan program Milenial Bangun Masjid. Sahabat Dompet Dhuafa bisa mendukung program Milenial Bangun Masjid ini dengan klik Bangun Kembali Masjid As Syakuur.





