WASHINGTON – Banyak yang mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump terkait dihapusnya kebijakan imigran muda dari pemimpin bisnis, serikat pekerja, kelompok agama, oposisi Demokrat dan banyak juga orang dari dalam partai Republik.
Selasa kemarin pemerintahan Trump memutuskan menghapus DACA, perlindungan bagi orang-orang yang tiba di Amerika Serikat di bawah usia 16 tahun.
“Inilah satu-satunya negara yang saya tahu,” kata Ivan Ceja, seorang pelajar ilmu komputer berusia 26 tahun dan advokat hak imigran yang tiba di negara tersebut dari bayi.
“Masa depan saya ada di sini, saya tidak akan pergi tanpa perlawanan.” tambahnya.
Trump namun bersikeras bahwa dia memiliki hati yang besar untuk orang-orang yang terdampak, namun menurutnya keputusan tersebut yang terbaik bagi warga AS untuk jangka panjang.
Trump berpendapat bahwa amnesti yang diperkenalkan oleh Barack Obama pada tahun 2012 adalah penjangkauan yang tidak konstitusional terhadap kekuatan presiden dan kemungkinan akan dijatuhkan oleh pengadilan pada akhirnya.
Di tengah serangkaian demonstrasi jalanan di seluruh negeri, pengumuman tersebut mendorong mantan presiden Obama kembali masuk ke panggung politik untuk mengutuk keputusan tersebut.
“Semua j tindakan yang diambil hari ini tidak diperlukan secara legal. Ini adalah keputusan politik, dan sebuah pertanyaan moral,” kata Obama, dilansir AFP.





