
KENAIKAN harga-harga sembako menjelang Idhul Adha dan akibat imbas perang Rusia dan Ukraina yang berdampak secara gobal memberikan kontribusi tergerusnya kepercayaan publik pada pemerintah.
Selain persoalan minyak goreng yang belum sepenuhnya teratasi, tercatat antara lain harga cabai yang membubung tinggi, misalnya cabai merah keriting dari Rp75.000 menjadi Rp100.000 per Kg, telur ayam dari Rp22.000 ke Rp30.000 per Kg.
Jika harga cabai dan bawang merah misalnya terjadi pada musim-musim tertentu seperti menjelang Natal, Idul Fitri atau Idhul Adha, komoditas seperti bawang putih, kedelai dan daging akibat masih besarnya ketergantungan dari impor.
Kondisi ekonomi terutama kenaikan harga-harga berkontribusi besar tergerusnya kepercayaan publik terhadap pemerintah, tercermin dari hasil survei Litbang Kompas yang digelar 26 Mei – 4 Juni diikuti 1.200 koresponden di 34 provinsi.
Secara keseluruhan, dibandingkan dengan tingkat kepuasan publik pada pada kinerja duet pemerintah Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin turun 6,8 persen menjadi 67,1 persen pada Juni 2022 dari 73,9 persen pada Januari sebelumnya.
Di sektor ekonomi, ketidakpuasan tertinggi terkait kinerja pemerintah dalam mengendalikan harga barang dan jasa, dengan angka mencapai 64,5 persen, disusul penyediaan lapangan kerja atau mengurangi pengangguran (54,2 persen).
Penurunan kinerja ekonomi berkontribusi tertinggi yakni 14,3 persen disusul penegakan hukum 8,4 persen, sedangkan aspek polkam yang disurvei berkontribusi 4,5 persen dari penurunan dan kesejahteraan sosial 4,9 persen.
Sementara pada aspek penegakan hukum, ketidakpuasan tertinggi terkait penanganan kasus-kasus suap dan jual beli kasus hukum (44,7 persen) serta pemberantasan KKN (43,2 persen).
Sebaliknya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menanggapi hasil survei tersebut meminta publik memahami efek situasi global yang juga dialami banyak negara-negara lainnya.
Saat ini,ujarnya, pemerintah sedang fokus mencari keseimbangan akibat perkembangan geopolitik global, antara lain untuk mengatasi problem pangan dan energi yang harganya terus melonjak.
Hal senada disampaikan Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Juri Ardiantoro yang menolak anggapan pemerintah telah gagal seperti tercermin dari hasil survei tersebut, karena faktanya, sejumlah negara lain sudah memasuki resesi.
Masalahnya, kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari sangat berdampak signifikan pada taraf hidup masyarakat kelas bawah, sehingga mereka tidak perduli alasan apa pun, karena perut memang tidak bisa menunggu.




