
JAKARTA – Melambungnya harga kedelai sejak akhir tahun 2019 lalu membuat beberapa pengusaha tahu dan tempe di Gunung Sulah Bandar Lampung harus berinovasi. Salah satunya, terpaksa memperkecil ukuran tahu sehingga tetap bisa bertahan dan berproduksi meski biaya produksi tinggi.
Hal ini membuat Sudaji dan 4 orang pekerjanya harus menyiasati melambungnya harga kedelai di pasaran. Hingga saat ini harga kedelai mencapai Rp9.500 per kg naik hingga 30% dari harga sebelumnya.
“(Harga kedelai) Naik 30% dari Rp9.500, sudah naik sebulan. Ini hasilnya untuk dapat buat makan saja,” ujarnya dilansir okezone.
Dirinya mengatakan, saat ini harus mengakali dengan cara memperkecil ukuran. Selain itu juga, harga juga dinaikan.
“Ya diakali ukuran, dan agak ditipisin. Sebelumnya harga Rp2.000, sekarang Rp2.500,” ujarnya.
Pabrik milik Sujadi yang berada di wilayah pemukiman padat di kawasan Gunung Sulah Bandarlampung ini setiap harinya mampu menghabiskan 150 kg kacang kedelai untuk memproduksi tahu goreng.
Para perajin tahu berharap pemerintah dapat segera menstabilkan harga kedelai. Hal ini agar harga kedelai bisa kembali normal sehingga usaha rumahan perajin tahu dan tempe bisa berjalan seperti biasa.




