Harga Telur dan Cabai Naik Jelang Ramadan, Pedagang Antisipasi Lonjakan Permintaan

JAKARTA – Menjelang Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi, harga telur ayam negeri di sejumlah pasar di Jakarta Selatan mengalami kenaikan sekitar 20 persen.

Di Pasar Santa, harga telur meningkat dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram. Pedagang setempat, Dwi Cahyo, mengatakan kenaikan ini telah berlangsung sejak awal tahun dan kini mereka tengah menyiapkan stok untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dari pembeli yang cenderung membeli dalam jumlah besar menjelang puasa.

“Kalau menjelang puasa, biasanya orang belinya sekali beli untuk dua hari, langsung borong,” ujarnya.

Selain telur, harga cabai juga mengalami fluktuasi. Harga cabai rawit sempat mencapai Rp120 ribu per kilogram, namun kini turun menjadi Rp70 ribu–Rp80 ribu per kilogram. Sementara itu, harga bawang masih stabil di kisaran Rp40 ribu–Rp45 ribu per kilogram.

Di Pasar Cipete, pedagang Yono menjual telur dengan harga Rp2 ribu per butir, sehingga satu kilogram telur yang berisi sekitar 17 butir dijual seharga Rp34 ribu.

Ia berharap pemerintah dapat mengendalikan harga dan stok pangan agar tidak terjadi panic buying yang bisa merugikan pedagang.

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan telah melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok di pasar tradisional dan swalayan.

Pengawasan ini mencakup beberapa lokasi, seperti Gelael Tebet, Pasar Bukit Duri Puteran, Pasar Rumput, dan Superindo Tebet, dengan hasil yang menunjukkan bahwa semua sampel pangan yang diuji aman.

Sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga, namun masih dalam batas wajar. Beras naik sekitar satu persen menjadi Rp15.083 per kilogram, minyak goreng naik dua persen menjadi Rp18 ribu per liter, dan daging ayam naik satu persen menjadi Rp41.234 per ekor.

Telur ayam mengalami kenaikan tiga persen menjadi Rp29.831 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah naik tujuh persen menjadi Rp97.086 per kilogram.

Sudin KPKP Jakarta Selatan terus memantau perkembangan harga secara berkala untuk memastikan ketersediaan pangan selama Ramadhan. Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar operasi pasar di 193 titik guna menjaga kestabilan harga dan pasokan bahan pokok.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here