Menurut sumber-sumber kementerian luar negeri Turki yang tidak ingin disebut namanya, sebagaimana dilansir Anadolu, Â rancangan resolusi tersebut diajukan oleh Palestina dan kabarnya akan diserahkan ke dewan tersebut oleh Mesir.
Rancangan resolusi tersebut akan mengacu pada resolusi PBB saat ini mengenai status Yerusalem dan juga akan meminta negara-negara untuk tidak memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.
Awal bulan ini, sebuah pernyataan PBB mengatakan, “Posisi tetap Perserikatan Bangsa-Bangsa di Yerusalem adalah bahwa kota tersebut tetap menjadi isu status terakhir yang harus ditentukan melalui solusi komprehensif, adil dan abadi – untuk dinegosiasikan antara kedua pihak yang terkait, berdasarkan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang relevan dan kesepakatan lainnya. “
Koordinator Khusus untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov memberi tahu anggota Dewan selama sebuah pertemuan khusus terkait keputusan Presiden Donald Trump.
Mladenov mengatakan, “Meskipun pengumuman tersebut disambut secara luas di Israel, hal itu menyebabkan banyak kemarahan di kalangan orang-orang Palestina dan kecemasan di Timur Tengah.”
Namun, tidak mungkin ada resolusi yang lolos dari Dewan Keamanan, dimana AS adalah satu dari lima anggota tetap dengan hak veto.
Jika diveto di sana, masalah tersebut akan dibawa ke Majelis Umum PBB untuk pembatalan keputusan tersebut.





