Hari ke-14 Ladang Minyak Target Iran

Dua kapal tanker yang diserang drone Iran di dekat perairan Irak, Kamis 12/3) (ilustrasii youtube)

HARI  ke-14 perang antara  Iran vs koalisi Israel-Amerika Serikat, ditandai oleh serangan drone-drone diduga milik Iran ke  ladang-ladang  minyak di sejumlah negara Teluk dan ARab Saudi.

Dilansir oleh Al Jazeera, Arab Saudi melaporkan telah berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah drone kamikaze Iran (Shahed-136 dan Mohajer-10) yang berjangkauan 2.000 km dan membawa amunisi 300 kg.

Drone-drone tersebut dijatuhkan di atas gurun Empty Quarter, mengarah ke ladang minyak Shaybah di wilayah gurun Saudi. Di Irak, kapal tanker minyak mentah di pelabuhan Umm Qasr juga diserang.

Kepala Perusahaan Umum Pelabuhan Irak, Farhan al-Fartousi mengatakan insiden itu mengakibatkan seluruh operasi terminal minyak dihentikan sementara. Masih belum terungkap dalang serangan drone terhadap pusat-pusat minyak negara Arab walau penyelidikan mengarah pada Iran.

Meski dugaan menyudutkan Iran yang melakukan  serangan balik terhadap sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Teluk, tudingan terebut belum terkonfirmasi.

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei,  Kamis (12/3) mengeluarkan pernyataan pertamanya sejak awal masa jabatannya di tengah perang melawan AS dan Israel yang berkecamuk sejak serangan akoalisi AS dan Israel 28 Feb. lalu.

Mojtaba menyerukan pembalasan kematian keluarga dan warga Iran dan juga menekankan perlunya penutupan Selat Hormuz untuk dijadikan instrumen tawar menawar dengan pihak lawan.

Putera mendiang Ali Khamenei itu juga menyatakan tekadnya, operasi militer terhadap negara-negara di kawasan Teluk Arab terus berlanjut.

Sebaliknya pesawat-pesawat pengebom AS dan Israel terus melancarkan serangan ke berbagai situs militer di wilayah Iran, jaringan komunikasi, dan logistik termasuk pengolahan minyak dan bunker-bunker penyimpanan dan peluncur rudal dan drone.

Ganguan pasokan minyak

Sementara itu Badan Energi Internasional ((IEA) melaporkan, konflik Timur Tengah dan perang Iran telah memicu gangguan pasokan minyak mentah terbesar dalam sejarah dunia.

Kondisi ini memaksa IEA untuk mengambil langkah darurat dengan melepaskan cadangan minyak strategis yang memecahkan rekor terbesar dalam sejarah, guna meredam lonjakan harga dan menutupi kelangkaan stok di pasar global.

IEA telah menyetujui pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis negara-negara anggota.

Dalam laporan pasar minyak bulanan yang dirilis Kamis (12/3), IEA memproyeksikan pasokan global akan merosot tajam hingga delapan juta barrel per hari Maret ini.

Jumlah tersebut setara dengan hampir delapan persen dari total permintaan dunia, sebagaimana dilansir Reuters.

Negara-negara produsen di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, Irak, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA), dilaporkan telah memangkas total produksi minyak mereka setidaknya 10 juta barrel per hari.

IEA memperingatkan bahwa kerugian ini akan terus meningkat jika arus pasokan minyakmentah tidak segera pulih.

“Produksi hulu yang terhenti akan membutuhkan waktu berminggu-minggu dan, dalam beberapa kasus, berbulan-bulan untuk kembali ke level sebelum krisis.

 Manuver mendadak Trump

Sementara itu Presiden AS Donald Trump melakukan manuver mendadak dengan mendorong pelepasan cadangan minyak darurat dalam skala besar.

Seperti dilaporkann the Wall Street Journal, langkah ini menandai perubahan sikap drastis Washington hanya dalam hitungan jam, yang sempat membuat negara-negara sekutu terkejut.

Awalnya, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan kepada negara-negara G7 bahwa intervensi besar-besaran belum diperlukan.

Saat itu, harga minyak sempat turun di bawah 90 dollar AS per barrel dan tensi pasar dianggap sedikit mereda, namun kurang dari dua jam kemudian, AS berbalik arah 180 derajat.

Seorang pejabat senior administrasi yang tidak bersedia diungkap namanya  menyebutkan, perubahan ini murni disebabkan oleh keputusan mendadak Trump setelah diyakinkan oleh para penasihatnya.

Di sisi lain, dalam upaya meredam lonjakan harga minyak global, IEA menyepakati pelepasan 400 juta barrel minyak dari cadangan darurat 32 negara anggotanya.

Intervensi pasar terbesar

Keputusan IEA disebut-sebut merupakan intervensi pasar minyak terbesar dalam sejarah lembaga tersebut, melampaui rekor sebelumnya yakni 182 juta barrel saat invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022.

“Sangat tidak benar bahwa Wright menentang pelepasan cadangan dalam pertemuan IEA hari Selasa,” sanggah juru bicara Kementerian Energi AS.

“Kenyataannya justru sebaliknya, ia menggalang negara-negara anggota untuk mendukung rencana Presiden Trump,” lanjutnya. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan urgensi langkah ini.

“Presiden Trump sebelumnya menyatakan bahwa ia akan menggunakan Cadangan Minyak Strategis secara bertanggung jawab pada waktu yang tepat, dan waktu itu adalah sekarang,” ujarnya.

Keputusan cepat ini dipicu oleh kekhawatiran mendalam di internal Gedung Putih terkait potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Jalur pelayaran empit di Teluk Persia tersebut merupakan urat nadi bagi seperlima pasokan minyak dunia. AS sendiri akan menanggung porsi terbesar dengan melepas lebih dari 100 juta barrel stok minyak yang dimilikinya.

Langkah ini berisiko membuat cadangan mnyak strategis AS merosot hingga di bawah setengah kapasitas totalnya, titik terendah sejak 2008, meskipun Trump pernah berjanji untuk mengisinya hingga penuh.

Palagan tempur juga memasuk ranah perang siber di mana hacker pro-Iran dilaporkan mening meningkatkan serangannya ke situs-situs penting AS .

Perang narasi juga berlangsung di medsos oleh pendukung kedua kubu yang bertikai yang dibanjiri video palsu tentang keberhasilan pihak yang didukung, sebaliknya kerugian lawan.

Peneliti menilai AI digunakan sebagai alat politik global baru untuk memanipulasi informasi dalam konflik ini.

Dinamika yang sulit diprediksi masih bakal terus terjadi di tengah konflik, waktu lah yang akan menentukan nanti! (Reuters/AL Jazeera/Kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here