Hari ke-21 Perang Iran vs Koalisi AS dan Israel

Iran dalam serangan ke-66, pada hari ke-21 perang melawan koalisi AS dan Israel menggunakan rudal tandan (cluster) Haji Kasim yang bisa menyebar menjadi hulu-hulu ledak kecil sehingga sukar disergap sistem pertahanan udara Israel (foto: WANA)

PERANG di kawasan Timur Tengah, Jumat (20/3)  yang telah memasuki hari ke-21 terus bereskalasi, ditandai serangan udara masif ke Teheran oleh pesawat-pesawat tempur koalisi Amerika Srikat dan Israel dan sebaliknya gempuran rudal rudal balistik Iran ke wilayah Israel dan negara-negara Teluk.

Mengutip laporan Al Jazeera (20/3) militer Israel mengklaim telah melancarkan  “gelombang besar” serangan ke ibu kota Iran, Teheran dengan target yang disebut sebagai infrastruktur militer.

Dalam 24 jam terakhir, angkatan udara Israel disebut telah menyerang lebih dari 130 target di wilayah barat dan tengah Iran.

Reporter Al Jazeera di Teheran melaporkan sedikitnya empat hingga lima serangan udara terjadi dalam waktu 15 menit, disertai ledakan keras di berbagai titik kota, sedangkan sistem pertahanan udara Iran juga terlihat aktif

Sebaliknya, Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa serangan balik yang dilancarkan Teheran terhadap infrastruktur energi negara-negara Teluk hanya dilakukan sebagian dari kekuatannya.

Tak hanya mengguyur dengan rudal dan drone bunuh diri ke pangkalan militer AS yang tersebar di sejumlah negara Teluk, Iran juga menyasar fasilitas industri perminyakan.

Tim pertahanan sipil Qatar seperti dilaporkan Al-Jazeera masih terus berupaya memadamkan api yang membakar pusat Industri perminyakan terbesar di negara itu, Ras Laffan setelah dihantam rudal Iran (19/3).

Qatar juga mempersona-nongratakan atau mengusir staf kedubes Iran di negara itu karena dianggap telah menargetkan warga dan  infrastruktur sipil serta fasilitas vital negara itu.

Sebaliknya pihak Iran memang telah memperingatkan negara-negara Teluk  bahwa Iran tidak akan menahan diri jika fasilitas energi mereka kembali diserang.

Ancaman tersebut muncul setelah serangan Iran ke fasilitas gas Ras Laffan yang diperkirakan dapat mengurangi kapasitas ekspor gas alam cair Qatar hingga 17 persen, berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Serangan masif

Hari ke-21 perang ditandai serangan udara masif pesawat-pesawat tempur koalisi AS dan Israel ke ibu kota, Teheran, sebaliknya Iran mulai menggunakan rudal-rudal jumbo dengan multi hulu ledak (rudal tandan atau cluster missile), sehingga masih ada yang lolos dari sergapan sistem pertahanan udara berlapis Israel.

Selain rudal konvensional, konflik juga diwarnai dengan penggunaan teknologi AI (Artificial Intelligence) sebagai senjata baru dalam peperangan digital.

Sampai hari ini, nasib pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei belum diketahui setelah ia sebelumnya dilaporkan dilarikan ke Rusia karena terluka akibat serangan udara AS atau Israel.

Sebaliknya, PM Israel Benjamin Netanyahu yang diberitakan tewas oleh pihak Iran, lalu tayangan video penampilannya di tengah publik juga dianggap rekayasa, akhirnya terbantah, setelah ia tampil dalam jumpa pers di Jerusalem (19/3).

AS juga membuat sayembara berhadiah 10 juta dolar AS (sekitar Rp169 miliar) bagi pemberi informasi tentang keberadaan Mojtaba dan sejumlah petinggi lainnya.

Yang diincar dan disayembaakan oleh  pihak AS a.l. Ali Asghar Hejazi (wakil kastaf pemimpin tertinggi), Ali Larijani (Ketua Dewan Keamanan,  sudah terkonfrimasi meninggal), Yahya Rahim Safavi (penasehata militer pemimpin tertinggi)  Esmail Khatib (Menteri Intelijen, meninggal ) dan Eskandar Momeni (Mendagri).

Sampai hari ini, stok rudal-rudal dan drone Iran agaknya masih cukup untuk meneror Israel dan negara-negara Teluk lainnya. (Al-Jazeera/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here