Hari ke-22 Pascabencana, Kebutuhan Terpal Melonjak di Pengungsian Manggarai NTT

JAKARTA, KBKNEWS.id – Memasuki hari ke-22 pascabencana, kebutuhan mendesak akan bantuan logistik jenis terpal dilaporkan mengalami lonjakan signifikan di sejumlah titik pengungsian di wilayah Manggarai Timur dan Manggarai Barat, Sabtu (5/9/2026). Ketersediaan penutup darurat tersebut kini menjadi prioritas utama warga seiring perubahan pola tinggal para penyintas di lapangan.

Berdasarkan pantauan langsung tim KBKNEWS.id, di beberapa lokasi pengungsian kedua kabupaten tersebut, stok terpal yang tersedia di posko-posko penampungan sudah menipis. Kondisi ini terjadi lantaran dinamika kebutuhan warga yang kian meningkat pesat dibandingkan dengan masa awal tanggap darurat.

Lonjakan permintaan terpal dipicu oleh langkah sebagian besar keluarga pengungsi yang mulai meninggalkan posko atau tenda pengungsian komunal. Setelah berminggu-minggu menempati ruang bersama yang padat, warga memilih berpencar demi mendapatkan kenyamanan dan privasi yang lebih layak bersama keluarga inti.

Para pengungsi kini berupaya mendirikan tenda-tenda darurat mandiri tepat di samping atau pekarangan rumah masing-masing yang terdampak. Berada dekat dengan hunian pribadi memungkinkan mereka untuk membersihkan puing-puing bangunan sekaligus menjaga harta benda yang masih tersisa.

Sebagian besar tenda atau lembaran terpal yang saat ini digunakan warga sejatinya berstatus pinjaman milik warga lain. Pada fase awal darurat, perlengkapan tersebut sengaja dikumpulkan secara sukarela untuk dimanfaatkan bersama-sama sebagai tempat berteduh sementara.

Kini, seiring berjalannya waktu, pemilik asli perlengkapan tersebut juga membutuhkan kembali terpal miliknya untuk keperluan pribadi atau mendirikan naungan mandiri di lahan keluarga masing-masing. Hal tersebut memicu keterbatasan sarana berteduh bagi keluarga yang belum memiliki tenda sendiri.

Di lapangan, terlihat warga menyulap seadanya lahan di samping reruntuhan rumah dengan mendirikan terpal sederhana berpenyangga bambu dan kayu lokal. Beberapa perabotan masak dan alas tidur darurat tampak ditempatkan di luar ruangan di bawah terik matahari demi menjaga ruang sempit di dalam tenda tetap berfungsi sebagai tempat istirahat keluarga.

Menghadapi situasi ini, para pengungsi di Manggarai Timur dan Manggarai Barat sangat mengharapkan percepatan distribusi bantuan terpal baru dari pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, maupun para relawan. Bantuan terpal mandiri dinilai menjadi solusi paling realistis untuk memberikan perlindungan yang aman dan layak bagi warga sembari menanti tahap rekonstruksi hunian permanen.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here