Hari ke-37 Perang, Irak Terus Perluas Target
HARI ke-37 perang Iran vs koalisi Amerika Serikat dan Israel ditandai dengan makin meluasnya target serangan rudal dan drone drone Iran, tak sebatas wilayah Israel saja tetapi juga fasilitas militer kubu lawan di Irak utara.
Serangan Iran menyasar pangkalan militer AS di Erbil, Irak utara, sedangkan serangan ke kota pelanuhan Haifa di Israel dilaporkan merusak kilang minyak di kota Haifa,
Serangan Iran menyebabkan eskalasi ketegangan di kawasan, sementara sistem pertahanan udara Saudi berupaya mencegat proyektil dan ancaman keamanan yang meluas ke Kuwait.
Sebaliknya, kekuatan laut AS menunjukkan supremasinya dengan menghancurkan hampir seluruh kekuatan matra laut Iran yang kalah jauh teknologinya.
Dilaporkan, sejak awal perang 28 Feb. lalu sudah 50-an kapal perang Iran dirusak atau ditenggelamkan oleh drone, pesawat tempur atau kapal perang AS.
Sementara itu, Iran membalas ultimatum Presiden Donald Trump terhadap Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir atau membuka kembali Selat Hormuz dalam tempo 48 jam.
Komandan Mabes Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi seperti dilansir CNNi (5/4) memperingatkan Trump: “Pintu neraka akan terbuka buat kalian,” (pasukan AS-red), dan jangan lupa, jika konflik meluas, seluruh wilayah Iran akan menjadi neraka bagi kalian.
Sementara itu, laporan Tasnim News Agency menyebut seorang pejabat keamanan senior Iran menjanjikan adanya “kejutan besar” bagi AS dan Israel dalam waktu dekat.
Pejabat tersebut menegaskan bahwa Iran bergerak sesuai rencana strategis dan memiliki “bank target” yang jelas dalam menghadapi agresi.
Ia juga menilai klaim AS mengenai target militer Iran “tidak akurat” dan hanya bagian dari narasi media untuk menutupi kelemahan di lapangan.
Menurutnya, Iran telah berhasil memanfaatkan strategi perang asimetris untuk melemahkan lawan, sekaligus menggagalkan strategi perang cepat yang diharapkan AS.
Ia menambahkan bahwa setiap perkembangan di lapangan justru berpotensi menguntungkan posisi Iran dalam jangka waktu tertentu.
Pihak AS sendiri agaknya dalam waktu dekat ini akan melancarkan operasi darat dilihat dari berbagai persiapan yag dilakukan a.l dengan kehadiran dua kapal serang amfibi USS Tripoli dan USS Boxer yang membawa puluhan pesawat tempur siluman Lightning II F-35B, tank-tank, artileri dan 5.000 an anggota marinir.
Sedangkan Israel, selain berkolaborasi melakukan serangan udara ke berbagai obyek strategis di Iran juga membuka front baru melawan milisi poksi Iran, Hizbullah di Lenabon Selatan dan milisi Houthi di Yaman.
Selain itu disiapkan pula ratusan satuan elite khusus US Navy SEAL, Rangers, 2.000-an personil Lintas Udara ke-82 AS, menambah sekitar 50.000 an personil militer AS yang sudah ditempatkan di sejumlah negara Teluk, Yordania dan Irak.
Dari retorika perang yang dikobarkan oleh kedua kubu (Iran vs AS dan Israel), tampaknya belum ada tanda-tanda perang segera usai. (CNNI/Tasnim News Agency/ns)





