Harmoni Islam dari Tubeket

Para pemuda Dusun Tubeket, Shalat Dzhuhur berjemaah diimami Ustadz Muhammad Hasan Tutupoho,.(ist)

TUBEKET (KBK)- Dusun Tubeket berada di Pulau Mentawai, sebelah barat Indonesia. Tepatnya Dusun Tubeket, Desa Makolok, Pagai Selatan, Mentawai, dapat ditempuh dengan mengarungi Samudera Hindia selama 12-15 jam, diterpa ombak dan cuaca yang seketika bisa mendadak berubah.

Kawasan Mentawai, masih pekat dengan adat budayanya dari suku asli pedalaman. Sistem kepercayaannya masih dominan menganut animisme. Tubeket sendiri mulai dihuni di tahun 1950-an. Kedatangan sembilan KK muslim mengubah pola kepercayaan sehingga terbentuklah kependudukan Tubeket yang keseluruhannya memeluk Islam.

“Generasi muda Tubeket perlu didampingi untuk menjadi generasi yang kuat dengan pemahaman Agama,” tekad yang ditanamkan Corps Dai Dompet Dhuafa Singgalang, Ustadz Muhammad Hasan Tutupoho, SH, kini sudah melihatkan hasil.

Serangkaian kegiatan dakwah pembenahan nilai-nilai Islam di dusun Tubeket, Desa Makolok, Kec. Mentawai, telah dilaksanakan bersama tokoh agama setempat, tetua, para pemuda, dan anak-anak.

“Kata warga para remaja dan pemuda yang ada di dusun Tubeket sulit di ajak untuk ta’lim mendengarkan materi-materi Agama. Tapi berkat doa bersama, Alhamdulillah dengan strategi sedemikian rupa, akhirnya para pemuda dan remaja mengikuti ta’lim di Desa makolo secara terbuka dan ikhlas,” tutur Ust. Hasan.

Adapun agenda yang dijalankan untuk pembenahan nilai keislaman ini berupa program jalan-jalan Dakwah Salam Mantap setiap sepekan kusus pemuda dan remaja, Yang telah ia mulai semenjak kedatangan di Tubeket pada Rabu (21/10) lalu.

Tak hanya agenda dakwah, hingga Kamis(12/11/2015), beragam rangkaian kegiatan telah beliau laksanakan bersama masyarakat setempat.

“Ada agenda pembenahan ekonomi penduduk, mulai dari program pelatihan bercocok tanam, mengolah pangan menjadi snack yang siap di produksi di pasaran, juga pelatihan pembuatan dodol duren. Untuk agenda pendidikan ada training untuk guru, mengajak siswa-siswi menghafal doa selesai shalat Subuh, dan juga mengajar di TPA,” cerita Ust. Hasan.

Ust. Hasan mengaku, ini semata-mata karena jiwa besar yang dimiliki masyarakat Dusun Tubeket, yang menerima kedatangan beliau dengan cara yang bersahabat.

Biasanya orang-orang akan sensitif tentang urusan agama, namun keramahanan masyarakat setempat semakin mendorong semangat Ust. Hasan agar Dusun Muslim ini kelak nantinya bisa menjadi Sentra Islam mentawai.

“Kita berdoa saja, karena masyarakat juga butuh perhatian kita bersama. Tubeket merupakan dusun yang dihuni 43 KK miskin dengan jumlah penduduk 300-an orang, kecanggihan teknologi tidak terdukung disini, alangkah baiknya sinergi antar masyarakat dan pemerintah dapat memajukan dusun ini nantinya,” pungkas Ust. Hasan. – Nisa

Advertisement