Hasil Jajak Pendapat: Harris Ungguli Trump

Wapres AS Kamala Harris menghadiri KTT ke-18 Asia Timur di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2023). (Foto: Media Center KTT ASEAN 2023/Aditya Pradana Putra)

WASHINGTON – Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, berhasil unggul empat poin atas calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, setelah Konvensi Nasional Partai Demokrat pekan lalu, berdasarkan hasil jajak pendapat yang dirilis Selasa (27/8/2024).

Jajak pendapat yang dilakukan oleh Florida Atlantic University (FAU) dan Mainstreet Research USA menunjukkan bahwa Harris memimpin dengan 47 persen dukungan dari pemilih Amerika, dibandingkan dengan Trump yang memperoleh 43 persen.

Di kalangan pemilih potensial, Harris juga unggul dengan 49 persen, sementara Trump mendapat 45 persen dukungan.

Harris memperoleh dukungan signifikan dari pemilih perempuan, mencapai 53 persen, dibandingkan dengan 45 persen dukungan dari pemilih pria.

Ia juga unggul di antara pemilih kulit hitam dan Latin, dengan dukungan masing-masing sebesar 73 persen dan 51 persen.

Harris menjadi calon dari Partai Demokrat setelah Presiden AS Joe Biden memutuskan untuk tidak mencalonkan diri lagi akhir bulan lalu karena kekhawatiran yang meningkat terkait kondisi mentalnya yang semakin menurun di usia 81 tahun.

Pergantian kandidat dari Partai Demokrat ini telah mengguncang dinamika pencalonan presiden, di mana Harris berhasil meraih kembali dukungan yang sebelumnya hilang dari Biden, terutama di negara-negara bagian kunci yang pemilihnya sering berpindah partai.

“Sejak ia naik ke posisi puncak, Wakil Presiden Harris telah berhasil menarik minat pemilih perempuan, dan kesenjangan gender semakin terlihat jelas,” kata Luzmarina Garcia, asisten profesor ilmu politik di FAU.

Garcia juga menambahkan bahwa Harris telah berhasil membangun kembali keunggulan Partai Demokrat di mata pemilih dari kelompok minoritas.

Dukungan untuk Trump juga mengalami penurunan signifikan di kalangan pemilih independen sejak Harris menjadi calon dari Partai Demokrat. Saat ini, Harris mendapatkan dukungan 48 persen dari kelompok penting ini, dibandingkan dengan hanya 35 persen yang mendukung Trump.

“Trump kehilangan dukungan dari kalangan Independen dibandingkan pada Juli, yang mungkin merupakan hasil dari konvensi Partai Demokrat dan masih harus diperhatikan,” kata profesor ilmu politik FAU Dukhong Kim.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here