Hebat, Suami Istri Sulap Angkot Jadi Perpustakaan Keliling

Angkot perpustakaan di Bandung/ Facebook Elis Ratna

BANDUNG – Sebuah angkot disulap menjadi perpustakaan mini keliling oleh sepasang suami sitri asal bandung, Jawa Barat atas kecintaannya terhadap dunia pendidikan.

Tidak banyak memiliki uang tidak menjhadi penghalang bagi Elis Ratna, sang penggagas ide kreatif tersebut yang akhirnya didukung suaminya, Muhammad Pian Sopian yang berprofesi sebagai sopir angkot.

Melalui akun facebooknya, Elis ratna menjadi perbincangan banyak orang, karena ia memposting foto-foto angkot perpustakaannya yang banyak membuat orang berdecak kagum.

“Daripada mengeluh karena macet di seputar jalan raya Kopo Leuwi Panjang, yuk naik angkot sambil membaca buku gratis tidak dipungut biaya,” tulis Elis dalam keterangan fotonya, pada Sabtu (15/10/2016).

Atas impiannya yang terwujud, ia mengucapkan terimakasih pada suaminya, “Super terima kasih untuk suamiku yang telah sama-sama bergerak dalam mewujudkan mimpi. Demi Bandung yang literat,” lanjutnya.

Sementara itu seperti dilansir detikcom, Elis menceritakan cita-citanya sejak dulu yang ingin berpendidikan tinggi namun tidak ada biaya, sehingga hanya lulus SMA. Namun impiannya tidak lantas pupus saat ia berjodoh dengan Pian, suaminya, yang mendukung niatnya untuk mengejar pendidikan. Pada 2017, bermodalkan uang Rp 75 ribu, Elis disuruh suaminya masuk universitas terbuka (UT) di Bandung.

“Dia bilang waktu itu, ‘Bu, anak-anak kita akan maju, masa depannya terjamin jika ibunya berpendidikan. Saya mah tugasnya nyari nafkah, nyari uang buat itu semua’. Setiap hari dia antar jemput saya ke tempat kuliah, dia biayain semua dari biaya kuliah sampai ongkos sampai selesai. Itu dari hasil ngangkot,” jelas Elis.

Setelah lulus, bekerja sebagai pustakawati di SDN Cisalak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, hingga ia akhirnya membuat perpustakaan keliling dengan menggunakan motor berkeliling ke daerah terpencil.

Lagi-lagi suaminya ikut berperan untuk lebih memudahkan cita-cita istrinya, sehingga dibuatlah perpustakaan di dalam angkotnya yang berisi sekitar 80-an buku miliknya juga buku-buku yang dipinjamnya dari SDN Cisalak. Perpustakaan angkotnya juga sangat terbuka bagi masyarakat yang juga ingin menyumbangkan buku.

Kini, suaminya yang hanya lulus SD pun turut mengejar pendidikan paket C agar terus bisa berkontribusi di dunia pendidikan.

Advertisement