JAKARTA – Warga Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Solo dikejutkan dengan penemuan 3 perahu besi di dasar Sungai Bengawan Solo. Warga meyakini, tiga perahu yang ditemukan merupakan peninggalan masa penjajahan Belanda di Indonesia.
“Salah satu dari bagian perahu terdapat kerusakan yang diduga seperti bekas tembakan peluru,” kata penemu perahu baja, Mohammad Amam, seperti dilansir detik (8/10).
Perahu baja tersebut, menurut Amam, mirip dengan cerita masyarakat sekitar. Konon, di lokasi tersebut pernah terjadi pertempuran. Yakni pada zaman penjajahan Belanda.
Amam melanjutkan, dugaan tersebut juga diperkuat dengan adanya pohon-pohon tua di sekitar lokasi. Yang masih berdiri juga terdapat banyak bekas peluru.”Kata orang-orang tua dulu, di sini pernah ada pertempuran, yaitu pada masa penjajahan Belanda,” imbuh Amam.
Seperti diketahui, seiring turunnya debit air Bengawan Solo, tampak perahu besi yang pembuatannya tanpa menggunakan las sama sekali. Perahu tersebut berukuran panjang antara 4-5 meter dan lebar sekitar 1,5 meter hingga 2 meter. Namun hingga saat ini, tiga perahu yang ditemukan belum berhasil diangkat dari sungai karena sebagian besar badan perahu tertimbun lumpur.





