
TIGA dari delapan unit helikopter serbu (attack helicopter) Apache GuardianĀ AH-64E buatan Amerika Serikat yang baru tiba di Pangkalan Udara Ahmad Yani, Semarang (19/12) diharapkan mampu meningkatkan daya pukul TNI-AD .
Tibanya heli buatan Boeing Intgerated Defence System, AS yang dibandrol 1,8 juta dollar AS atau sekitar Rp2,4 triliun per unit tersebut merupakan bagian dari program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dioperasikan oleh Pusat Penerbangan TNI AD (Penerbad).
Ketiga heli diterbangkan langsung dengan pesawat angkut berat GlobemasterĀ C-17 milik AU AS langsung dari negeri itu.
Menurut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, sisa lima unit heli AH-64E yang dipesan diharapkan akan tiba seluruhnya tahun depan sesuai dengan program pembangunan kekuatan minimum TNI (minimum essential force) .
Menurut dia, TNI saat ini juga masih membahas pembelian heli angkut berat Chinook CH-47 buatan AS dan juga pesawat amfibi Beriev 200 buatan Rusia yang salah satu variannya pernah disewa untuk pemadaman hutan atau pesawat sejenisnya, Shinmeiwa buatan Jepang.
Sejauh ini skuadron Penerbad yang bermarkas besar di Semarang antara lain mengoperasikan helikopter lebih lawas, veteran Perang Vietnam Bell 412 buatan AS dan sejumlah heli lebih baru seperti Mi-17 dan Mi-35 buatan Rusia, AS-550 (buatan Perancis/Jerman) dan NB-105 (IPTN)..
Menurut situs securitynews.com, Australia, pembelian kedelapan heli pada 2012 tersebut termasuk radar pengendali tembakan buatan Northrop Grumman dan rudal anti tank buatan Lokcheed Martin dengan nilai kontrak seluruhnya 14,2 juta dollar AS (sekitar Rp20 triliun).
Selain AS dan sekutu-sekutunya, heli Apache a.l. digunakan sejumlah negara Arab dan Israel dan di negara ASEAN oleh Singapura.
Skuadron heli Apache Penerbad tersebut nantinya akan ditempatkan di Pulau Natuna guna menjaga kawasan perbatasan termasuk perairan Selat Malaka.
Sesuai dengan adagium lawas : āFiat Cuelum Para BelumāĀ (Siapa yang ingin damai harus siap perang), RI yang cinta damai memerlukan sosok TNI yang tangguh dan mumpuni.




