Hepatitis Akut Masih Misterius

hepatiitis akut misterius yang menyerang anak-anak sejauh iani belum diketahui pasti penyebabnya. masih diselidiki.

HEPATITIS akut yang memapar anak-anak di puluhan negara masih terus diteliti penyebabnya, karena selain penyebabnya kemungkinan mengarah pada adenovirus, bisa juga berkaitan dengan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Penyebabnya belum bisa disimpulkan sehingga segala hipotesa terkait mekanisme penularan terus diselidiki, “ kata Ketua Komite Ahli Hepatitis dan Infeksi Saluran Pencernaan, Kemenkes David Handojo Muljono (Kompas, 17/5).

Kemungkinan pertama, hepatitis berasal dari infeksi adenovirus disertai faktor penyulit lain(co-factor)  atau komplikasi yang mengubah infeksi ringan menjadi berat dan memicu perubahan imunopatologi.

Maksudnya, pembatasan (PSBB dan PPKM) yang diberlakukan pada publik termasuk anak-anak di tengah pandemi Covid-19 ke situasi bebas di luar rumah menyebabkan paparan mendadak adenovirus, mencetuskan reaksi imun tubuh yang memicu kerusakan hati.

Kemungkinan lain, muncul varian baru adenovirus (selain hepatitis A,B,C,D dan E yang sudah dikenal). “Ini yang sedang diselidiki, “ kata David.

Sementara hipotesis lain terkait reaksi imun pada hati berdasarkan hasil pemeriksaan sjumlah kasus hepatitis akut pada anak, menunjukkan terjadinya radang limfosit (sel darah putih) pada pembuluh kapiler (sinusoid)  jaringan hati tanpa virus.

Hipotesis tersebut pada gilirannya juga memicu hipotesis lain yakni kaitannya dengan infeksi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 atau infeksi lain pemicu reaksi imun.

Alasannya,  saat korban terpapar Covid-19, imunitasnya terkuras sehingga rentan terjangkit , termasuk saat terinfeksi adenovirus atau kelompok virus umum lain yang sebelumnya tidak mengakibatkan masalah kesehatan serius.

Di sisi lain, Covid-19 bisa memicu reaksi imunitas berlebihan bagai badai sitokin yag bisa merusak jaringn hati walau kemungkinan paparan langsung Covid-19 kecil kemungkinannya mengingat dari sejumlah kasus, tidak menunjukkan hasil SARS-CoV-2 positif.

“Namun demikian, dampak tak langsung juga perlu diperhitungkan, “ kata David.

 Tidak Berdasar

David, seperti pendapat sejumlah epidemiolog lain, juga menganggap dugaan kaitan hepatitis dengan vaksinasi Covid-19 tidak memiliki dasar, karena mayoritas anak-anak yang terpapar hepatitisakut misterius tersebut  belum divaksin.

Lagipula, jenis adenovirus yang digunakan sebagai platform proses  pembuatan vaksin tipenya berbeda dengan adenovirus yang ditemukan pada korban hepatitis.

Menurut catatan, beberapa jenis vaksin termasuk AstraZeneca yang proses pembuatannya menggunakan platform berupa adenovirus yang diaktivasi untuk membentuk imunitas tubuh melawan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Lagipula, menurut David, bagi virus DNA, mutasi tidak bisa terjadi dalam waktu singkat.

Sementara epidemiolog Griffith University, Dikci Budiman menyebutkan, sejak awal pandemi Covid-19, diketahui bahwa infeksi SARS-CoV-2 bisa memicu hepatitis, baik pada anak-anak mau pun dewasa.

Sebelum kasus-kasus  hepatistis akut pada anak marak, di India saat terjadi lonjakan kasus varian Delta pada 2021, kasus-kasus hepatitis juga meningkat. Begitu pula di Israel, 98 persen kasus hepatitis, menyerang anak-anak yang pernah terinfeksi Covid-19.

Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), sejauh ini tercatat 348 kasus hepatitis akut misterius di 21 negara, 26 diantaranya membutuhkan transplantasi hati.

Sementara menurut lapiran Kemenkes (13/5) di Indonesia terdapat 18 kasus terduga hepatitis akut pada anak, klasifikasi sembilan di antaranya berstatus ditangguhkan , tujuh discarded, satu dalam proses verifikasi dan satu lagi terduga.

Yang agak melegakan, dari hasil investigasi kontak erat para korban, sejauh ini belum ditemukan penularan antarmanusia.

Tidak perlu panik, namun tetap waspada sambil nenanti hasil investigasi terkait penyebab kasus hepatitis akut misterius tersebut.