NUNUKAN – Tinggal seorang diri di sebuah gubuk reyot dengan keadaan yang serba kekurangan, Dale (65) terpaksa harus jalan tertatih dan sesekali terjatuh bahkan merangkak ketika hendak ke Puskesmas memeriksakan sebagian tubuhnya yang sakit.
Sang kakek yang biasa dipanggil Pakcik Dale ini terpaksa berjuang sendirian untuk bisa sampai di Puskesmas Pembantu Pustu Desa Masago Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari gubuknya.
Ia mengeluh sakit pinggang dan sakit di dengkul kakinya karena benjolan daging, sehingga ia ingin berobat ke Puskesmas. ”Sakitnya karena sudah tua, ada benjolan di kaki seperti daging empuk. Kita belum bisa mendiagnosa penyakitnya,” ujar perawat Pustu Masago Nurmila Jumat (19/08/2016), dikutip dari Kompas.com.
Prihatin dengan kondisi sang kakek, Nurmila yang baru sebulan bertugas di Pustu Masago kemudian memilih mengantar pulang Pakcik Dale.
Sesampai di rumah Pakcik Dale, lagi-lagi keprihatinannya bertambah karena menemukan kenyataan yang lebih memprihatinkan. Pria yang sedari kecil di asuh pamannya tersebut tinggal di rumah yang sempit dan tidak layak ditinggali. Selain sudah lapuk, sebagian dinding gubuk yang berukuran 4 X 4 meter itu hanya ditutup dengan karung bekas kemasan beras.
Bahkan untuk makan sehari haripun Pak Cik Dale juga hanya bisa berharap dari belas kasihan para tetangga yang rumahnya lumayan jauh karena wilayah tersebut merupakan kawasan perkebunan. Tak ayal dia sering menahan lapar jika tidak ada yang memberinya makan.
Sebelumnya, Pakcik Dale sempat berdagang di Tawau Malaysia dan ia memutuskan kembali ke Sebatik untuk menetap dan menikmati masa tua. Dari pekerjaan di Tawau, dia sudah bisa membeli tanah dan rumah yang dipercayakan pembeliannya kepada kawannya di Sebatik.
Sayangnya saat kembali ke Sebatik, harta yang dititipkan tersebut sudah ludes dijual oleh teman baiknya. Sejak saat itu hidup Pak Cik Dale yang mengaku dari Sulawesi ini terlunta-lunta dan berharap belas kasihan dari tetangganya.
“Dia sendiri sudah tidak tahu keluarganya yang di Sulawesi karena sejak kecil diasuh oleh pamannya yang merantau,” kata Nurmila. Nurmila berharap ada yang ingin membantu kesulitan yang dialaminya, karenanya melalui akun facebooknya ia membuat satu gerakan donasi untuk Pakcik Dale.





