Hitung Rugi Untung, Honduras Merapat Ke China

Bendera Taiwan (kiri) dan bendera Honduras. Hubungan diplomatik China dan Honduras yang sudah berlangsung sejak 1941, putus setelah Honduras memilih membuka hubungan diplomatik dengan China yang dianggap lebih menguntungkan.

ISTILAH “matre” tidak hanya dikenal pada hubungan muda-mudi atau relasi personal lainnya, namun bisa jadi juga pada level antarnegara seperti dilakukan Honduras.

Negara miskin berpenduduk sekitar 10 juta jiwa di Amerika Tengah ini menandatangani perjanjian hubungan bilateral oleh Menlu China Qin Gang dan mitranya, Menlu Honduras Eduardo Enrique Reina di Bejing, (26/3) karena alasan perhitungan ekonomis.

Tentu saja, keputusan Honduras merapat ke China seperti dilakukan 181 negara yang menganut prinsip Kebijakan Satu China, seperti dikutip Xinhua, disambut baik oleh Beijing.

“Honduras mengambil langkah tepat dan mengakui kenyataan, sesuai dengan prinsip Satu China, “ ujar Qin Gang.

Taiwan yang memisahkan diri dari China daratan setelah kekalahan kubu nasional Kuomintang pimpinan Chiang Kai-shek melawan kubu komunis pimpinan Mao Zedong pada 1949 sejauh ini hanya menjalin hubungan diplomatik dengan 13 negara-negara kecil seperti Belize, Guatemala Haiti, Nauru, Vatikan atau Eswatini.

Langkah Honduras itu tentu saja disesalkan oleh Taiwan, sebaliknya  pengalihan hubungan diplomatik oleh Honduras dari Taiwan ke China agaknya   dilatarbelakangi alasan, China lebih menjanjikan.

Pemerintah Honduras yang sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan sejak 1941 dan melanjutkannya saat Taiwan memerdekakan dari dari China daratan pada 1949.

Honduras berubah fikiran setelah China menolak untuk memenuhi permintaan Honduras menaikkan bantuan investasi program pembangunan infrastruktur dan program pelayanan masyrakat dari 100 juta dollar per tahun menjadi 150 juta dollar AS.

Wamenlu Honduras Antonio Garcia juga mengamini, negaranya meminta pinjaman lunak senilai dua miliar dollar AS pada China, namun tidak dikabulkan sehingga negaranya terpaksa mencari negara mitra baru.

Menuruty Garcia, Honduras memiliki hutang sekitar 600 juta dollar AS dari bank-bank di China yang sebagian besar akan dibayar cicilan selama dua puluh tahun. “Hutang adalah hutang. Kami akan lunasi, “ ujarnya.

Seperti dikutip harian La Pensa, Menlu Honduras, Reina berjanji, ke depan, negerinya tidak akan menjalin hubungan formal dalam bentuk apa pun dengan Taiwan.

Dalam politik atau hubungan negara pun berlaku adagium, “tidak ada kawan abadi, kecuali kepentingan”.

 

 

 

 

 

Advertisement