Hujan Deras, Banyumas Dilanda Banjir dan Tanah Longsor

Anggota Komando Rayon Militer Sumpiuh meninjau dampak banjir di Grumbul Karet, Kelurahan Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (15/11/2023). (Foto: ANTARA/HO-Koramil Sumpiuh)

BANYUMAS – Hujan deras yang terjadi sejak Selasa (14/11/2023) malam, hingga Rabu pagi, menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Budi Nugroho, menyampaikan bahwa laporan sementara menunjukkan banjir terjadi di tujuh desa/kelurahan dan tanah longsor terjadi di lima desa.

“Berdasarkan laporan sementara yang kami terima, bencana banjir terjadi di tujuh desa/kelurahan, sedangkan tanah longsor di lima desa,” kata Budi di Purwokerto, Rabu (15/11/2023).

Daerah yang terdampak banjir antara lain Desa Selandaka, Desa Kemiri, dan Kelurahan Kebokura di Kecamatan Sumpiuh; Desa Sirau dan Grujugan di Kecamatan Kemranjen; serta Desa Karangpetir dan Gebangsari di Kecamatan Tambak.

Gunawan, Bintara Pembina Desa Kelurahan Sumpiuh, menyatakan bahwa banjir menyebabkan beberapa rumah di Grumbul Karet, Kelurahan Sumpiuh, tergenang air dengan ketinggian mencapai 35 cm.

“Berdasarkan pendataan sementara ada sekitar 20 rumah yang kemasukan air dengan ketinggian 35 cm,” katanya.

Sementara itu, tanah longsor tercatat terjadi di beberapa lokasi, termasuk Desa Kemawi, Kecamatan Somagede; Desa Watuagung, Kecamatan Tambak; Desa Bogangin, Kecamatan Sumpiuh; Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok; dan Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen.

Budi menjelaskan bahwa BPBD masih melakukan pendataan dampak dari banjir dan tanah longsor di wilayah Banyumas.

Selain itu, cuaca ekstrem juga menyebabkan pohon tumbang di Desa Bogangin, Kecamatan Sumpiuh, dan Desa Samudra, Kecamatan Gumelar.

“Kejadian pohon tumbang di Desa Gumelar sudah ditangani, sedangkan di Bogangin masih dalam penanganan,” kata Budi.

Sumber: Antara

Advertisement