JAKARTA (KBK)-Hujan di beberapa daerah Kalimantan dan Sumatera beberapa hari ini membuat titik api kebakaran hutan dan lahan berkurang.
Selain hujan alami, hujan buatan dengan menebarkan garam ke dalam awan-awan potensial juga mulai menunjukan hasil yang signifikan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hujan mulai turun di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan pada Selasa dan Rabu kemarin.
“Kombinasi antara hujan buatan dan hujan alami banyak yang turun,”kata Sutopo dalam pesannya kepada wartawan Rabu malam (28/10)
Tercatat hujan turun dengan intensitas ringan-sedang-lebat sejak selaas dan Rabu di Riau (Pelalawan, Kampar, Rokan Hulu, Siak, Tembilahan, Dumai), Jambi (Kota Jambi, Kuala Tungkal, Berbak, Telanai, Tanjung Jabung Timur), Kalsel (Tanah Bumbu, Banjar, Kotabaru), Kalteng (Palangkaraya), Kaltim ( Samarinda, Berau).
“Hujan menyebabkan kepekatan asap berkurang, udara segar, dan jarak pandang menjauh,” ucapnya. Berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua pada Rabu sore, hotspot di Sumatera 9 titik (Lampung 3, Sumsel 6) sedangkan di Kalimantan 282 titik (Kalteng 169, Kaltim 86, Kalsel 27).
Sutopo menambahkan, menurut data yang dikumpulkan, BMKG memprediksikan seminggu ke depan akan banyak hujan di Sumatera dan Kalimantan. “Awan tersedia cukup banyak sehingga hujan buatan akan diintensifikan,”pungkasnya.





