Ibu Hamil di Pelosok Garut Tertolong dengan Ojek Ambulans

Ojek ambulans di pelosok Garut membantu Ibu Hamil/ Pikiran Rakyat

GARUT – Ojek ambulans, inovasi dari Puskesma Cihurip, Kabupaten Garut sangat membantu ibu-ibu hamil yang sebelumnya bernasib memprihatinkan, harus ditandu sepanjang tujuh kilometer jika akan memeriksakan kandungannya.

Namun dua tahun belakangan, tepatnya setelah ojek ambulans diberlakukan pada 2017, ibu hamil bisa diantar jemput menggunakan ojek ambulans, karena tidak semua jalan dapat diakses menggunakan mobil.

Kepala Puskesmas Cihurip, Kusyanadi mengatakan, tukang ojek di sekitar puskesmas difungsikan sebagai ojek ambulans. Para ibu hamil bisa lebih tenang karena ojek ambulans bersiaga 24 jam. Ibu hamil tinggal menelpon nomor yang telah disediakan apabila membutuhkan ojek ambulans.

“Peserta Jampersal (Jaminan Persalinan) digratiskan menggunakan ojek ambulans karena dalam Jampersal ada komponan biaya ambulans,” kata Kusyanadi, Minggu (8/9/2019), dikutip PR.

Sementara ibu hamil nonanggota Jampersal membayar biaya ojek ambulans dari kantong pribadi. Saat ini, terdapat tiga tukang ojek yang disiagakan menjadi ojek ambulans.

Dengan adanya ojek ambulans diharapkan tingkat cakupan kunjungan persalinan di Puskesmas Cihurip meningkat.

Sejak adanya ojek ambulans pada 2017, beberapa ibu hamil di pelosok bisa bersalin di puskesmas. Ibu-ibu itu dijemput dengan ojek ambulans dari rumahnya ke puskesmas dan sebaliknya.

Dengan kemudahan fasilitas bersalin ini, dia mengharapkan jumlah kematian ibu hamil pun dapat ditekan. Terbukti pada 2018, tidak ada ibu hamil yang meninggal di Kecamatan Cihurip. Sebelumnya, pada 2017, seorang ibu hamil meninggal dunia dan pada 2016, jumlah ibu hamil yang meninggal dunia dua orang.

 

Advertisement