IDAI Sebut Tak Ada Kaitan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19

JAKARTA – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan tidak ada kaitan hepatitis akut yang sedang mewabah di dunia dengan vaksin COVID-19.

“Hepatitis akut berat ini tidak dikaitkan dengan vaksin COVID-19. Karena sebagian besar dari kasus yang muncul saat ini belum divaksin. Justru belum divaksin karena kebanyakan adalah anak di bawah umur enam tahun,” kata Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI Dr dr Muzal Kadim, SpA(K) dalam wawancara dengan media yang diikuti virtual dari Jakarta, Sabtu.

Bahkan, ujarnya, kasus yang ditemukan di Inggris terdapat pasien yang berusia di bawah dua tahun, menjadikan mereka belum mendapatkan vaksin COVID-19.

Terkait isu hubungan hepatitis akut dengan COVID-19, ia mengatakan bahwa memang hal itu masih dalam kategori dugaan apakah kejadian tersebut terjadi secara bersamaan (coincidence) atau sebagai penyebab langsung.

“Itu masih merupakan dugaan karena selama ini COVID-19 tidak pernah menimbulkan gejala seperti yang hepatitis akut berat ini,” ujarnya.

Terkadang terjadi kasus di mana terjadi secara bersamaan di mana pasien ditemukan memiliki virus SARS-CoV-2 dan adenovirus, yang diduga menyebabkan hepatitis akut bergejala berat tersebut.

“Sampai saat ini WHO dan beberapa negara masih melakukan investigasi penyebab pastinya,” tuturnya.