Harga Minyak Mentah Bakal Melonjak

Harga minyak mentah diprediksi bakal mencapai 185 dollar per barel akhir 2022 jika rencana UE mengembargo minyak Rusia jadi dilaksanakan. Krisis ekonomi global di depan mata.

HARGA minyak mentah (crude oil) dunia diprediksi bakal menembus 185 dollar AS per barel akhir 2022 menyusul rencana Uni Eropa (UE) untuk mengembargo produksi minyak Rusia sebagai protes atas invasi negara itu ke Ukraina.

Setelah UE mengumumkan rencana embargo minyak Rusia di Brussel (4/5) lalu, harga berjangka minyak mentah Brent langsung naik 4,9 persen atau 5,17 dollar AS per barel menjadi 110,14 dollar AS, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) 107,81 dollar AS atau naik 5,3 persen atau 5,4 dollar AS.

Merambat naiknya harga emas hitam itu tentu ikut memperlambat pemulihan ekonomi global yang baru saja lepas dari kesulitan akibat pandemi Covid-19 yang berjalan sudah sekitar 2,5 tahun sejak terdeteksi pertama kali di Wuhan, China medio Desember, 2019.

Paket ke-6 sanksi terhadap Rusia yang diusulkan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Layen (4/5) salah satunya berupa penghentian bertahap impor minyak mentah dan produk olahan minyak Rusia dalam jangka enam bulan.

Di kalangan negara anggota UE sendiri, penerapan sanksi tersebut tidak mudaha,a karena sebagian negara, termasuk bekas negara Pakta Warsawa yakni  Bulgaria, Ceko, Hongaria dan Polandia yang  tergantung pada minyak Rusia.

Persoalannnya, jika sanksi tidak dilakukan oleh seluruh anggota UE, tentu hasilnya tidak efektif untuk memaksa Rusia menghentikan perang, sebaliknya tingkat ketergantungan tiap negara anggota UE terhadap minyak Rusia juga tidak sama.

“Beberapa negara UE lebih bergantung pada minyak Rusia dibandingkan yang lain. Jadi kita harus mencari solusi agar semua bisa  bergabung dalam sanksi,” ujar Menteri Lingkungan dan Energi Perancis, Barbara Pompili.

Sementara itu, pertemuan daring tingkat menteri Negara Pengeskpor Minyak (OPEC) plus (23 negara anggota OPEC + produsen lain yakni Rusia, Meksiko, Azerbaijan an Kazakhstan), Kamis (5/5) sepakat menaikkan pasokan minyak 432.000 barel per hari sampai Juni.

Rusia sendiri memproduksi tujuh juta barel minyak mentah per hari, sehingga posisinya sebagai produsen tidak tergantikan oleh negara lainnya, sementara seluruh negara OPEC memproduksi sekitar 28 juta barel atau sekitar 30 persen dari total produksi dunia.

Selain negara-negara UE yang harus menanggung beban bersama  “mengetatkan ikat pinggang” untuk tidak mengimpor minyak dan gas bumi dari Rusia. Imbasnya, pertumbuhan perekonomian global bakal terkontraksi lagi.

Perang, ternyata bukan  penyelesaian, tetapi justru menambah persoalan, kesulitan dan beban serta kerugian termasuk negara-negara lain yang tidak terlibat. (AP/Reuters/ns).