JAKARTA- Pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Noor Arida Sofiana, berharap anggaran kesehatan dan pendidikan dapat seimbang. Pasalnya saat ini anggaran pendidikan lebih besar dibanding dengan anggaran kesehatan.
Sesuai Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, anggaran yang didapat sebesar lima persen di APBN dan 10 persen di APBD. Sedangkan pendidikan mendapat anggaran sebesar 20 persen dari APBN dan APBD. Â Padahal, ungkap Arida, kesehatan dan pendidikan mempunyai kedudukan yang sama pentingnya.
“Mungkin tidak cukup dengan 5 persen. Pendidikan saja bisa 20 persen,” kata Arida di kantor PB IDI, Jakarta Pusat seperti dilansir ROL, Jumat (18/3/2016).
Dikatakannya, penerus bangsa memang harus pintar, akan tetapi masyarakat yang pintar namun tidak sehat juga tidak dapat membangun bangsa dengan baik.
Dirinya menambahkan, tidak adanya dukungan anggaran, berdampak pada fasilitas dan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien.
“Tenaga dokter tanpa didukung anggaran yang cukup dari pemerintah, ini akan berakibat pada mutu pelayanan,” pungkasnya.





