JAKARTA – Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi mengatakan kapasitas keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) rawat inap Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 di Indonesia, khususnya Pulau Jawa telah mencapai angka keterisian 90 persen.
Kondisi tersebut terjadi setelah dalam 2-4 pekan terakhir Indonesia mengalami kenaikan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif virus corona (covid-19).
“Occupancy rate atau angka perawatan kebutuhan pemenuhan ICU dan isolasi hampir sebagian besar di seluruh wilayah. Berdasarkan data di Jabar, Jateng, DKI, dan Jatim 90 persen adalah occupancy rate-nya,” kata Adib,diskusi daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lokataru Foundation, Selasa (8/12).
Adib mengatakan pihaknya menduga penuhnya ruang-ruang perawatan untuk pasien covid-19 yang terjadi dalam dua pekan terakhir itu akibat efek libur panjang akhir Oktober hingga beberapa kerumunan yang tercipta beberapa waktu lalu.
Adib pun mengaku mendapat laporan di berbagai daerah terjadi over kapasitas atau kondisi RS yang tak lagi bisa menampung pasien Covid-19 dalam ruang isolasi rawat inap dan ICU. Pasien tersebut akhirnya terpaksa menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat darurat (IGD).
“Jadi sudah tidak ada tempat ICU dan isolasi, artinya ada overload dan over kapasitas. Sehingga banyak cerita saat ini ada yang menumpuk di IGD tidak ditangani dengan baik,” kata dia.
Adib kembali mengingatkan kepada masyarakat bahwa langkah yang dapat menekan transmisi penularan virus corona adalah dari masyarakat.




