IDI Usulkan Pemerintah Lebih Tegas Ubah Istilah PPKM Jadi Lockdown

Ilustrasi Lockdown

JAKARTA – Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban meminta pemerintah mengganti istilah PPKM menjadi lockdown alias kekarantinaan wilayah, seiring dengan lonjakan kasus positif virus corona.

“Didasari melonjaknya kasus Covid-19 dan rawat inap, saya merasa Indonesia butuh istilah baru sebagai ganti PPKM Mikro,” kicau Zubairi melalui akun Twitter miliknya @ProfesorZubairi, Selasa (13/6/2021).

“Saya rekomendasikan kata lockdown saja agar monitoringnya lebih tegas dan lebih serius, meski isi konten kebijakannya tidak jauh beda dengan PPKM,” sambungnya.

Zubairi menilai saat ini kondisi pandemi virus corona di tanah air mirip dengan peningkatan kasus di 2020.

Menurutnya, pandemi Covid-19 bisa makin memburuk karena ada faktor keberadaan mutasi virus SARS-CoV-2 yang tergolong ‘Variant of Concern (VoC)’. Salah satu mutasi Covid-19 yang dimaksud yakni varian B1617 dari India atau Delta. Menurut Zubairi, varian tersebut tergolong berbahaya.

Dia berkaca dari Australia yang pintu perbatasannya dijaga ketat, namun tak bisa mengelak dari penyebaran B1617. Pun di Indonesia menurutnya varian tersebut telah mengakibatkan dampak yang tidak baik hingga saat ini.

“Varian Delta yang sangat menular dari SARS-CoV-2 telah bermutasi lebih lanjut untuk membentuk varian Delta Plus atau AY.1. Diketahui, Delta Plus ini tahan terhadap terapi antibodi monoklonal yang baru saja disahkan di India. Semoga kita terhindar dan bisa memitigasinya,” kata dia.

.

Advertisement