
JAKARTA – (KBKNEWS) – 19/10 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026 atau year to date anjlok 43 persen hingga awal perdagangan hari ini, Senin (19/10).
Kondisi ini, seperti dilaporkan kompas.com (19/10), membuat pasar saham Indonesia masuk dalam daftar salah satu bursa dengan kinerja paling buruk.
Sepanjang 2026, IHSG sudah merosot 43,14 persen setara 3.729 poin sejak awal tahun di kisaran 9.000-an. Hingga pukul 10.27 WIB IHSG berada di level 4.914,58 atau melemah 5,20 persen setara 269 poin dibandingkan hari sebelumnya.
Sebagai pembanding di kawasan Asia, Hang Seng Index (HSI) mencatat pelemahan kinerja 8,17 persen setara 2.151 poin sepanjang tahun, sementara indeks Shanghai Composite melemah 6,67 persen sepanjang tahun setara 264,82 poin.
Sementara itu, Indeks Kospi Korea justru mencatat penguatan kinerja indeks 34,87 persen sepanjang tahun setara 1.469 poin. Selain itu, Nikkei 225 Index menunjukkan kinerja yang lebih solid dengan menguat 24,90 persen sepanjang tahun.
Di awal Sesi perdagangan sebelumnya, pasar saham Indonesia telah menyandang gelar sebagai bursa saham dengan kinerja paling buruk se-Asia pada September 2026.
Indonesia menempati posisi paling rendah dari daftar 12 bursa yang ada di Asia. Dari daftar tersebut, terdapat enam bursa yang mencatatkan kinerja positif sepanjang 2026.
Sementara itu, enam bursa lainnya juga mencatat penurunan sepanjang 2026. Secara umum, bursa saham Asia memang bergerak variatif sepanjang 2026.
Bursa Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang menjadi pemuncak dengan pertumbuhan double digit hingga pertengahan September lalu.
Sebaliknya, pasar saham India juga dalam tren pelemahan sebesar 12,8 persen sepanjang tahun pada periode yang sama.
Selain itu, penurunan bursa saham di Asia relatif hanya sekisar single digit. Sebagai contoh, bursa saham Malaysia melemah 0,9 persen dan China 1,4 persen hingga akhir kuartal III-2026 lalu..
Sebagai informasi, IHSG pekan lalu tercatat mengalami penurunan 14,91 persen. Sementara, kapitalisasi pasar turun 14,43 persen.
Trading halt
Pada Jumat (16/10), BEI melakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 08.58 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), menyusul penurunan IHSG yang mencapai 8 persen. IHSG ditutup pada level 5.185,10 pada penutupan perdagangan pekan lalu.
Ambruknya pasar saham Indonesia membawa konsekuensi serius, mengingat hal ini bisa memicu kebangkrutan bagi beberapa pengusaha yang menjaminkan sahamnya untuk mendpat kredit. Krisis kepercayaan di bursa juga bisa menjalar ke pasar obligasi pemerintah dan Bank Indonesia.
Selain pasar saham yang masih tertekan, efek peringatan potensi penurunan status oleh MSCI yang membuat . IHSG melemah dalam tiga hari perdagangan berturut-turut, nilai rupiah terhadap dolar AS juga terpuruk.
Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah pada hari ini. Senin (19/10), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 19 atau 0,11% menjadi Rp 18.046 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini adalah pelemahan rupiah di hari perdagangan keempat berturut-turut. Rupiah spot pun bergerak di atas level Rp 18.000 dalam empat hari perdagangan beruntun. (kompas.com/ns)




