spot_img

Imigran Srilanka di Aceh Terdampar Tanpa Dokumen

BANDA ACEH – Imigran asal Srilanka yang kini sudah terdampar di bibir Pantai Cemara, Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar tidak memiliki dokumen perjalanan.

Hal ini diungkapkan oleh Samadan, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Aceh. “Mereka tidak memiliki dokumen perjalanan dan kalau dari sisi keimigrasian yang tidak taat kita pulangkan. Namun, dari sisi kemanusian kita bantu sesuai kemampuan,” katanya di Aceh Besar, Selasa (14/6/2016).

Pendataan telah dilakukan dengan menulis nama setiap imigran saat menaiki kapal dengan nomor lambung TN-1-FV-00455.09.

“Kita bersama tim sudah mendata, foto dan kita tidak menemukan kartu pencari suaka yang dikeluarkan UNHCR, tapi hanya ada kartu yang diterbitkan oleh otoritas di Tamil,” katanya.

Didampingi tim kesehatan, ia memastikan kesehatan para imigran dalam kondisi sehat. “Secara umum kesehatan imigran asal Srilanka sehat dan ada yang beberapa gatal-gatal akibat pengaruh air laut,” katanya.

“Kita juga sudah mendatangkan tehnisi untuk mengecek mesin dan tidak ada persoalan, hanya ada kekurangan oli dan bahan bakar,” tambahnya.

Seperti dilansir Antara, ia mengatakan para imigran tersebut tidak diperbolehkan turun ke darat dan harus tetap bertahan di kapal.

Namun Samadan tidak memungkiri adanya permintaan dari para imigran yang tidak dipenuhi, “Memang ada pemintaan mereka yang tidak terpenuhi yakni bantuan bahan bakar minyak sebanyak tujuh ton, Kita berpikir setelah ada bantuan yang kita berikan mereka langsung pergi, tapi mereka masih menetap di kawasan tersebut,” katanya.

Sesuai pengakuan dari migran ke pihak imigrasi, mereka telah berada di lautan dari daerah asal selama 20 hari. Pihak kedutaan Srilanka akan memfasilitasi apa bila migran yang terdampar itu merupakan warga negara tersebut.

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles