
INDIA bergabung dengan negara-negara dengan kekuatan militer bermampuan menjangkau antariksa setelah sukses uji coba menembak satelit berjarak 300 Km di orbit antariksa dengan rudal buatannya.
“India meraih pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya, masuk dalam negara-negara kekuatan antariksa, “ kata PM India Narendra Modi di New Delhi, Kamis (28/3).
Rudal, menurut Modi, diluncurkan dari situs ujicoba di Odisha, India Timur, tepat mengenai sasaran setelah melalui tahapan proses rumit yang berlangsung dalam waktu tiga menit.
Tentu saja, Pakistan, tetangga dan sekaligus musuh bebuyutan India dalam sengketa wilayah Kashmir melontarkan komentar miring atas pencapaian kemampuan teknologi militer India tersebut.
Pihak Pakistan dalam pernyataannya mengecam ujicoba penembakan satelit oleh India tersebut dengan alasan, selayaknya teknologi yang dihasilkan ditujukan untuk mencegah militerisasi di ruang antariksa.
“Setiap negara bertanggungjawab untuk menghindari kegiatan yang memicu militerisasi di antariksa, “demikian pernyataan pemerintah Pakistan.
Selain India, Amerika Serikat juga telah melakukan ujicoba serupa pada 1959, kemudian disusul Uni Soviet pada 1960 dan China pada 2007.
Kemampuan melumpuhkan satelit lawan menjadi teknologi persenjataan masa depan, karena bisa membuat sistem komunikasi, pemindaian atau pelacakan oleh lawan tidak berfungsi, begitu pula dapat digunakan mencegat rudal balistik.
Klub Antariksa
India masuk dalam deretan negara berkemampuan teknologi antariksa, bahkan mampu meluncurkan satelit pencitraan bumi berbiaya murah, pernah mengirimkan pesawat jelajah ke mars pada 2014 dan mengirim pesawat Chandrayaan -1 ke bulan pada 2008 serta berencana mengirim astronot pertama pada 2022.
Namun di sisi lain, Plt Menhan AS Patrick Shanahan mengingatkan dampak negatif penembakan satelit dengan rudal karena berisiko bagi satelit-satelit lainnya akibat puing-puing yang dihasilkannya.
Menurut dia, perlu dibuat aturan agar ujicoba seperti yang dilakukan India tidak merugikan pihak lain.
Walau sejauh ini satelit antariksa internasional (ISS) tidak terancam puing-puing satelit India tersebut, Komando Strategis AS mendeteksi adanya 250 serpihan di antariksa.
Puing-puing satelit yang dihancurkan meniadi sampah antariksa berbahaya karena akan meluncur dengan kecepatan tinggi memasuki atmosfir.
Sebaliknya pihak India megklaim, uji coba dilakukan untuk tujuan damai, tidak untuk menantang siapa pun, sedangkan serpihan satelit akan jatuh ke bumi dalam hitungan pekan (AFP/Reuters/NS)




