JAKARTA – Pemerintah Indonesia mendukung upaya perlindungan dua situs warisan budaya dunia yang berada di Palestina. Hal itu disampaikan Wakil Tetap RI untuk UNESCO Hotmangaraja Pandjaitan dalam pembahasan mata agenda 25 mengenai “Occupied Palestine” di sidang sesi ke-204 Dewan Eksekutif United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di Paris, Prancis.
“Sejalan dengan arahan Menlu Retno Marsudi bahwa Palestina selalu berada dalam detak jantung diplomasi Indonesia, kami memandang pentingnya peran UNESCO dalam melindungi Kota Tua Jerusalem dan Tembok Jerusalem, serta upaya untuk rekonstruksi dan pembangunan Gaza dan dua situs warisan budaya di Hebron dan Bethlehem,” kata Hotmangaraja Pandjaitan dalam keterangan pers KBRI Paris, Prancis yang diterima di Jakarta, seperti dilansir Republika (19/4).
Dubes Hotmangaraja menegaskan bahwa situs warisan yang tertulis di Palestina harus dilestarikan sebagai warisan budaya dunia yang utuh dan tidak terpisah satu sama lain.
Hal itu, menurut dia, disebabkan situs-situs tersebut tidak hanya berfungsi sebagai wujud budaya atau peradaban suatu bangsa tertentu, melainkan juga gambaran lengkap dari sejarah manusia yang beragam.
Dua situs warisan budaya dunia di Palestina yang diupayakan perlindungannya oleh UNESCO adalah “Al Haram Al Ibrahim” (Makam para Pendiri) di Hebron dan Mesjid Bilal Ibn Rabah (Makam Rachel) di Bethlehem.





