Indonesia Rentan Gempa dan Tsunami, Kemenhub dan BMKG Jalin Kerja Sama

Ilustrasi seorang korban tsunami Aceh tahun 2004 Foto: Reuters

JAKARTA – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi  mengatakan jika wilayah Indonesia  70 persen laut dan berada  di atas ring of fire (deretan gunung api) sehingga sangat rentan bencana gempa bumi dan tsunami.

Karenanya, untuk membantu mengantisipasi kemungkinan bencana, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan meningkatkan kerja sama dalam penyampaian prediksi cuaca dan deteksi dini bencana di Indonesia.

“Sesuai nawacita pemerintah pusat, ekonomi domestik, ketahanan pangan, antisipasi kebencanaan, restorasi maritim serta pembangunan, sangat bergantung pada iklim, cuaca ekstrim, serta deteksi dini bencana gempa dan tsunami,” ujar Menhub, saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Sementara itu Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan pihaknya akan semakin mengoptimalkan laporan prakiraan cuaca dan iklim terutama antisipasi bencana alam di wilayah Indonesia.

“Oleh sebab itu saat ini pihaknya melakukan koordinasi pada 191 kantor BMKG di daerah untuk menyelaraskan pemahaman dan memperkaya inovasi gagasan,” kata Andi.

Pihaknya terus melakukan klusterisasi demi mewujudkan Indonesia maju sekaligus antisipatif iklim dan bencana. “Kita gunakan teknologi terbaru untuk mendeteksi bencana misalnya tsunami, gempa bumi, longsor, kebakaran hutan, banjir, dan menyediakan informasi iklim cuaca yang akurat bagi instansi terkait,” tambahnya.

Advertisement