Inggris Telah Deportasi Ribuan Anak Pengungsi ke Negara Konflik

Ilustrasi

London-Kementerian Dalam Negeri Inggris menyatakan telah mendeportasi ribuan anak-anak yang mencari perlindungan di Inggris sebagai pencari suaka ke negara-negara berkonflik yang dikendalikan oleh kelompok militan ISIS dan Taliban.

Seperti dilansir dari CNN, dalam sebuah berita The Independent Rabu (10/2), Menteri bagian Imigrasi di Kementerian Dalam Negeri Inggris, James Brokenshire, mengeluarkan laporan yang menunjukkan bahwa dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir lebih dari 2.500 anak-anak dan remaja, yang sebagian besar telah tinggal dan bersekolah di Inggris, dikembalikan ke sejumlah negara berkonflik, termasuk Afghanistan, Irak, Iran, Libya dan Suriah.

Sebagian besar pencari suaka anak, yakni sebanyak 2.018, dikirim ke Afghanistan. Namun, sekitar 60 remaja dideportasi ke Irak sejak 2014, tahun yang sama dengan dimulainya aksi teror ISIS di Irak dan Suriah.

Penemuan ini dipicu dari berbagai pertanyaan yang diajukan Biro Investigasi Jurnalisme Inggris dan anggota parlemen Louise Haigh dari Partai Buruh. Penemuan ini terjadi di saat Inggris tengah didesak untuk membantu ribuan pengungsi anak yatim piatu dari Suriah.

Sementara itu, pencari suaka anak yang tidak ditemani orang tua atau keluarganya yang tiba di Inggris diberikan izin sementara untuk tinggal di Inggris. Namun, masa berlaku izin ini akan berakhir ketika mereka mencapai usia dewasa. Sebagian besar bahkan telah mengikuti ujian GCSE dan A-levels, telah melebur bersama masyarakat Inggris dan hilang kontak dengan kerabat di tanah air mereka.

“Angka yang mengejutkan ini mengungkapkan realitas yang memalukan di balik sistem suaka kami,” ujar Haigh.

“Anak-anak yang melarikan diri dari negara yang dilanda perang diberikan tempat aman dan berkesempatan membangun kehidupan di Inggris, tetapi pada usia 18 tahun, mereka dipaksa untuk kembali terbang ke negara mereka yang berbahaya.”

Advertisement