WASHINGTON (KBK) – Serumpun bunga sudah berhasil tumbuh dan mekar di luar angkasa, tepatnya di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Scott Kelly dari badan antariksa Amerika Serikat, NASA, berkicau akhir pekan ini, Zinnia telah berbunga di lingkungan gayaberat mikro, laboratorium yang mengorbit. Ia juga mengunggah foto bunga dengan 13 kelopak itu.
“Bunga yang pernah Pertama tumbuh di ruang angkasa melihatkan mekarnya #SpaceFlower #zinnia #YearInSpace,” tulis Kelly, menambahkan: “! Ya, ada bentuk kehidupan lain di luar angkasa”
Sebuah artikel NASA menjelaskan bahwa Bunga Zinnias dipilih bukan untuk kecantikan, melainkan untuk membantu ilmuwan memahami bagaimana tanaman bunga tumbuh di kondisi berat mikro.
Sebelumnya, tanaman lain seperti gandum dan daun selada romaine telah pula tumbuh dalam ruang stasiun itu. Ketika panen selada bulan Agustus 2015 di stasiun ruang angkasa, astronot NASA diizinkan untuk memakan buah dari kerja mereka untuk pertama kalinya.
Tumbuhnya Zinnias ini nampaknya menjadi tantangan untuk mengirim lebih banyak tukang kebun ke ruang orbit untuk menanam tanaman vegetatif seperti daun selada.
“Zinnia sangat berbeda dari selada,” kata Trent Smith, Manajer Proyek NASA. “Ia lebih sensitif terhadap parameter lingkungan dan karakteristik cahaya dan memiliki durasi usia panjang antara 60 dan 80 hari. Jadi, jenis itu adalah tanaman yang lebih sulit untuk tumbuh,” tambahnya.
Disitat dari Xinhua, Rabu (20/1/2016), dalam jangka panjang, percobaan tanaman ini akan menghasilkan informasi penting untuk persiapan misi ke Mars.





