JAKARTA, KBK – Peristiwa bencana alam maupun bencana kemanusiaan yang belakangan banyak terjadi di Indonesia menurut Adhi Karyono Direktur PSKBA Kementerian Sosial RI harus ditangani sebaik mungkin dengan koordinasi yang jelas. Namun pada kenyataannya di lapangan hal tersebut belum terwujud.
“Dalam penanganan bencana, komando pendistribusian bantuan harus ada di tangan Indonesia dalam hal ini Kemensos dan BNPB. Jadi setiap bantuan yang datang harus terdata dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan korban. Kami lemahnya disini karena belum mampu mengaturnya,” kata Adhi dalam paparannya di acara Dialog Publik kemanusiaan yang di gelar Dompet Dhuafa, kamis (11/08/16) di Jakarta.
Adhi menjelaskan dengan koordinasi yang baik setiap anggaran bantuan korban bencana yang di keluarkan dapat di hemat selain itu Adhi menekankan bahwa Indonesia harus berani menolak bantuan dari negara asing jika bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan korban.
“Jangan sampai hanya nyari 5 orang hilang saja, relawan yang diterjunkan 1000 orang. Nanti yang ada dapur umumnya memasak bukan buat korban tapi buat relawan, ini kan pemborosan. Oleh karena ini saya ingin koordinasi yang jelas agar hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ucap Adhi.
Begitu juga dengan bantuan benda dan materi, Adhi mengharapkan ada seleksi yang ketat sehingga barang yang diberikan sesuai dengan kebutuhan.
“Contoh gempa di Padang beberapa tahun lalu, Tiongkok memberikan bantuan alat pertanian berupa cangkul dan dikirim ke Tanjung Priok. Kalau di hitung ongkos ngirim dari Priok ke Padangnya saja jauh lebih mahal dari pada jumlah bantuan itu. Ini aneh dan kami tengah membenahi koordinasi yang seperti ini,” tutup Adhi.





