JAKARTA – Di beberapa daerah, dukun beranak seolah masih jadi ‘andalan’ untuk membantu proses persalinan. Padahal tenaga kesehatan kini sudah banyak yang diterjunkan ke daerah-daerah. Terkait ini, menurut Menkes Dr Nila Farid Moelok, Sp.M(K), hal itu menunjukkan peran dukun beranak yang masih dipercaya warga.
Yang dikhawatirkan sebenarnya adalah apabila ibu yang melahirkan mengalami masalah komplikasi sehingga membutuhkan bantuan medis di rumah sakit. Jika dukun beranak tidak peka terhadap masalah ini dan berusaha menanganinya sendiri, dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan.
Mengingat kepercayaan warga di beberapa daerah yang masih besar terhadap sosok dukun beranak, menurut Menkes Nila, tidak bijak jika sosok dukun serta-merta dipinggirkan. Menurutnya, dukun beranak tetap bisa menemani proses persalinan warga.
“Dukun tetap mendampingi di rumah singgahnya, kemudian persalinan dilakukan oleh bidan,” saran Menkes dalam penganugerahan tenaga kesehatan teladan tingkat nasional tahun 2016 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, seperti dilansir Detik.com Selasa (16/08/16).
Nila menambahkan baik dukun beranak maupun bidan memiliki kelebihan masing-masing. Untuk dukun beranak memiliki kelebihan dekat di hati masyarakat. Sementara bidan memiliki keterampilan namun kurang memiliki kedekatan hati seperti halnya dukun beranak.





