PACITAN – Bencana longsor yang melanda Pacitan, Jawa Timur terus menambah jumlah rumah yang rusak. Bahkan empat rumah rata dengan tanah karena terjangan longsor.
Diberitakan sebelumnya 59 rusak, kini bertambah menjadi 106 rumah di tujuh kecamatan di Pacitan yang mengalami kerusakan.
Seperti dilansir Madiun Pos, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Senin (15/8/2016) sore, 106 rumah itu terdiri atas 61 rumah di Kecamatan Tulakan, tiga rumah di Kecamatan Pringkuku, sembilan rumah di Kecamatan Kebonagung, tiga rumah di Kecamatan Punung, 10 rumah di Kecamatan Ngadirojo, dan 11 rumah di Kecamatan Pacitan.
Sedangkan untuk empat rumah yang roboh rata dengan tanah merupakan milik Bibit, Suprapti, Bakit, dan Saidi, yang merupakan warga Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan.
Semnetara itu Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Pujono, mengatakan data ini naik dibandingkan data rumah rusak akibat tanah longsor pada hari Minggu, yaitu hanya ada dua rumah di Kecamatan Tulakan yang mengalami kerusakan karena tergilas longsoran tanah.
Kemungkinan bertambahnya jumlah rumah yang rusak akan terjadi, karena kondisi cuaca di Pacitan yang tidak menentu seperti sekarang.
“Tanah longsor bisa saja masih terjadi, karena saat ini kondisi cuaca masih buruk, hujan masih terus mengguyur sejumlah wilayah,” kata dia saat ditemui Madiunpos.com di ruang kerjanya, Senin.
Diketahui, tanah longsor yang terjadi di Pacitan disebabkan karena hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah di Pacitan sejak Sabtu (13/8/2016) hingga Minggu (14/8/2016).
Berdasarkan kondisi grafisnya, wilayah Pacitan yang berada di bukit-bukit sangat memungkinkan daerah ini diterjang longsor, meskipun sebenarnya tanah yang ada di Pacitan bukan tanah gembur yang rawan longsor.





