Ini Tantangan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Depan

International Islamic Fair di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/10/16). Foto: Jun Aditya

JAKARTA (KBK) – Potensi tantangan penyelenggaraan ibadah haji tahun depan makin kompleks. Menurut Komisioner Komisi Pengawasan Haji Indonesia (KPHI) Ir H Agus Priyanto terdapat 3 potensi tantangan yang bakal muncul di penyelenggaraan ibadah haji tahun 2017.

Pertama yakni kembali normalnya kuota jamaah haji asal Indonesia dari 168 ribu di tahun 2016 menjadi 210 ribu di tahun 2017 mendatang.

“Dari 210 ribu, 17 ribu untuk porsi haji khusus dan sisanya haji reguler, dengan jumlah jamaah haji yang bertambah implikasinya pengurusan terhadap jamaah haji akan lebih besar menyangkut pelayanan petugas baik itu yang dilayani kemenag maupun untuk haji khusus,” kata Agus saat mengisi talkshow di International Islamic Fair di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/10/16).

Tantangan kedua menyangkut kebijakan pemerintah kerajaan Saudi yang menekankan keterlibatan teknologi terkini dalam penyelenggaraan ibadah haji 2017. Menurut Agus pemerintah dalam hal ini Kemenag harus sudah memiliki regulasi dan persiapan matang untuk menyikapi kebijakan tersebut

Tantangan terakhir ialah harga pelayanan ibadah haji yang semakin mahal utamanya terkair dengan munculnya keberadaan hotel-hotel baru di Saudi.

“Terus kemudian belom apa apa sekarang sudah ada ketentuan menyangkut ketetapan visa bagi mereka yg akan melakukan umrah dan haji,” tambah Agus.

Agus menegaskan dengan pemasalahan teknis seperti itu pemerintah penyelesaiannya masih tambal sulam.
Prof.DR H Abdul Djamil MA Dirjen Penyelenggara Haji Umrah Kementerian Agama mengamini kata-kata Agus.

Djamil mengaku kementriannya belum melahirkan regulasi yang mengatur penyelenggaraan haji umrah terkait tantangan di atas.

“Justru saya sangat berharap dan mendukung kalau regulasi itu dapat segera dibuat,” jelas Djamil

Namun, lanjut Djamil penyelenggaraan haji tahun ini masih lebih baik dari tahun 2015 terutama di bidang akomodasi, catering dan transportasi selama di Saudi Arabia.

“Tahun depan semoga bisa lebih baik dari tahun ini,” ujarnya

Advertisement