JAKARTA, KBKNEWS.id — Cepi Umbara kini menetap di Ciakar, Panongan, Kabupaten Tangerang, setelah sebelumnya menamatkan pendidikan setara SMP dan sempat bekerja di sebuah perusahaan.
Pada April 2025, ia mengikuti Paradaya Movement 1.0 angkatan 2025 yang diselenggarakan Institut Kemandirian (IK) Dompet Dhuafa.
Selama sepuluh hari, 21-30 April, Cepi mempelajari keterampilan terapis dan bekam. Selain kemampuan teknis, ia mendapatkan pembelajaran tentang kedisiplinan, kepribadian, attitude, dan nilai-nilai kehidupan yang kemudian diterapkannya dalam keseharian.
Usai pelatihan, Cepi mulai menjalani profesi sebagai terapis. Ia melayani pijat dan bekam secara langsung maupun panggilan di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Promosi yang sebelumnya mengandalkan rekomendasi dari mulut ke mulut kini diperluas melalui media sosial dan layanan online. Sertifikat pelatihan juga membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Dalam sehari, Cepi dapat melayani sekitar lima orang atau lebih, terutama saat akhir pekan. Penghasilannya rata-rata mencapai Rp300 ribu per hari dan dapat meningkat menjadi Rp500 ribu atau lebih ketika ramai. Ia bahkan pernah memperoleh sekitar Rp950 ribu dalam sehari.
Bagi Cepi, keterampilan tersebut bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga sarana membantu orang lain. Kini, ia mengikuti pelatihan trainer agar dapat mengajarkan kembali keterampilan yang dimilikinya, khususnya bekam.
Cepi berharap anak muda berani mengenali dan mengembangkan potensinya. Menurutnya, keterampilan yang ditekuni dengan sungguh-sungguh dapat menjadi jalan menuju kemandirian sekaligus memberi manfaat bagi orang lain. (Dompet Dhuafa)





